Piala Dunia 2026 - Swedia yang Tak Biasa, Duet Alexander Isak-Viktor Gyokeres Hadirkan Ketakutan
Nuryanti April 19, 2026 04:30 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Swedia dapat diklaim sebagai bukan kuda hitam biasa pada pagelaran Piala Dunia 2026. Duet striker haus gol dari Liga Inggris Alexander Isak bersama Viktor Gyokeres menjadi puzzle krusial.

Swedia kembali ke panggung besar melalui Piala Dunia 2026 dengan membawa misi pembuktian kualitas. 

Tim Biru Kuning ingin menunjukkan bahwa kekuatan sepak bola Skandinavia masih layak diperhitungkan di level tertinggi.

Kehadiran Swedia di Piala Dunia 2026 menjadi jawaban atas keraguan setelah absen pada edisi sebelumnya. Tim ini datang dengan kombinasi pemain berpengalaman dan generasi baru yang siap tampil tanpa beban.

Ini akan menjadi partisipasi ke-13 Swedia di ajang empat tahunan tersebut.

Target realistis yang dibidik adalah menembus fase gugur dan mengulang capaian terbaik di masa lalu.

Realitanya, Swedia tergabung di Grup Neraka pada Piala Dunia 2026. Tepatnya Grup F, Swedia harus berjibaku dengan Belanda, Jepang, dan Tunisia untuk melaju ke babak selanjutnya.

Para pemain Swedia merayakan gol pertama mereka selama pertandingan sepak bola Grup E UEFA EURO 2020 antara Swedia dan Polandia di Stadion Saint Petersburg di Saint Petersburg pada 23 Juni 2021.Kirill KUDRYAVTSEV / POOL / AFP
BERSELEBRASI - Para pemain Swedia merayakan gol pertama mereka selama pertandingan sepak bola Grup E UEFA EURO 2020 antara Swedia dan Polandia di Stadion Saint Petersburg di Saint Petersburg pada 23 Juni 2021. (Foto Arsip, Juni 2021)(Kirill KUDRYAVTSEV / POOL / AFP)

Meski kehilangan beberapa pemain penting karena cedera, kedalaman skuad tetap menjadi kekuatan utama. 

Mereka tetap memiliki fondasi permainan kolektif yang bisa menjadi pembeda di turnamen panjang seperti Piala Dunia 2026.

Perjalanan Swedia menuju Piala Dunia 2026 bisa dikatakan jauh dari kata mulus.

Mereka bahkan gagal meraih satu kemenangan pun di fase kualifikasi utama.

Dalam enam pertandingan grup, Swedia hanya mengumpulkan dua poin hasil dari dua kali imbang. Mereka mencetak empat gol dan kebobolan dua belas kali, catatan yang jauh dari harapan.

Hasil tersebut membuat Swedia finis di posisi juru kunci grup. Secara normal, posisi itu sudah cukup untuk mengubur mimpi tampil di Piala Dunia 2026.

Namun, peluang kedua datang dari jalur UEFA Nations League. Sistem kompetisi yang memberi kesempatan tambahan itu menjadi penyelamat bagi Swedia.

Di babak play-off, Swedia tampil jauh lebih solid dibanding fase sebelumnya. Mereka mampu menunjukkan karakter tim yang berbeda saat berada di bawah tekanan.

Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Arab Saudi Pecat Pelatih yang Pernah Singkirkan Timnas Indonesia

Kemenangan 3-1 atas Ukraina di semifinal menjadi titik balik penting. Laga itu menunjukkan bahwa Swedia masih memiliki kualitas untuk bersaing di level Eropa.

Pertandingan penentuan melawan Polandia berjalan dramatis hingga menit akhir. Swedia akhirnya menang 3-2 lewat gol Viktor Gyokeres pada menit ke-88.

Gol tersebut memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 sekaligus mengakhiri penantian panjang sejak 2018. Momen itu menjadi bukti bahwa sepak bola sering menghadirkan cerita tak terduga.

Duet Gyokeres-Isak

Peran Viktor Gyokeres di lini depan Swedia menjadi sangat vital.

Gol yang ia cetak ke gawang Polandia menjadi momen krusial dalam perjalanan tim. Gol itu bukan hanya menentukan kemenangan, tetapi juga mengubah arah masa depan Swedia.

Gyokeres mengungkapkan emosinya setelah pertandingan tersebut. Ia merasa momen itu sulit digambarkan dengan kata-kata.

"Ada begitu banyak emosi, sulit untuk menggambarkannya dengan kata-kata, tapi jelas itu adalah perasaan luar biasa dan akan saya ingat seumur hidup,” ujarnya, dikutip dari laman ESPN.

Pemain berusia 27 tahun itu menilai gol tersebut sebagai yang terpenting dalam kariernya. Pernyataan itu menggambarkan betapa besar arti momen tersebut.

Selain Gyokeres, Swedia juga memiliki pemain seperti Anthony Elanga yang bisa memberi warna di lini serang. Kombinasi kecepatan dan kreativitas menjadi senjata tambahan.

Kedalaman skuad ini memberi opsi taktik yang lebih variatif bagi pelatih. Hal itu penting untuk menghadapi lawan dengan karakter berbeda di Piala Dunia 2026.

Jika mampu menjaga performa, Gyokeres berpotensi menjadi salah satu pemain yang mencuri perhatian. Ia memiliki semua atribut untuk bersinar di panggung dunia.

Selain itu, Swedia yang dilatih Graham Potter juga memiliki Alexander Isak.

Penyerang Liverpool ini memang tengah menjalani proses pemulihan cedera. Namun dalam update terbarunya menjelang laga kontra Everton, Minggu (19/4) malam WIB, mantan penyerang Newcastle United ini mulai membaik.

Isak mengalami cedera saat mencetak gol dalam kemenangan 2-1 melawan Tottenham Hotspur pada bulan Desember tahun lalu.

Cedera ini membuat striker asal Swedia harus menepi hampir 16 minggu, dengan menjalani proses rehabilitasi yang panjang dan melelahkan.

“Tidak pernah mudah absen dalam waktu lama. Tapi saya merasa semakin membaik dan semoga kami juga bisa mendapatkan hasil yang baik," kata Isak, dikutip dari laman resmi klub.

“Itu hampir terjadi di setiap proses rehab, ada yang lebih rumit dari yang lain,” ujar pemain nomor 9 tersebut.

“Tapi ini cedera yang sulit dan butuh banyak kerja keras serta hari-hari panjang untuk bisa kembali," tambahnya.

Menarik untuk dinantikan seperti apa kiprah Swedia di Piala Dunia 2026 yang mulai bergulir 12 Juni mendatang.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.