Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Meski tanpa penonton, pertandingan Persib Bandung menghadapi Dewa United pada pekan ke-28 Super League 2025/2025 di Banten Internasional Stadium, Senin (20/4/2026), akan menjadi laga yang sengit.
Hal tersebut lantaran kedua tim memiliki ambisi yang tinggi untuk meraih kemenangan, tentu Persib Bandung ingin mengamankan poin untuk mencapai targetnya kembali meraih gelar juara.
Sebab dua pesaing di papan atas Borneo FC dan Persija Jakarta, kini terus memepet Persib yang ada di puncak klasemen sementara Super League dengan 64 poin.
Borneo yang ada di posisi kedua hanya terpaut satu poin karena memiliki 63 poin, sedangkan Persija Jakarta yang berada di posisi ketiga memilki 58 poin. Jika Persib Bandung bisa menang di laga ini, maka tim kesayangan bobotoh bisa kembali menjauh dari kejaran Borneo FC dan Persija.
Namun, meraih kemenangan dalam laga tandang Persib ini tentu tak mudah, sebab Dewa United juga berambisi untuk menang guna memperbaiki posisinya yang kini berada di posisi ke-8, dengan 40 poin.
Baca juga: Jalur Juara Persib Bandung Terancam, Borneo FC kini Menempel Ketat, hanya Selisih 1 Poin
Tim tuan rumah ingin mengejar Persita Tangerang yang berada di posisi ke-7 memiliki poin 41, dan Persebaya yang ada di posisi ke-6 memilki 42 poin.
Dengan motivasi tersebut, tentu kedua tim akan berduel dan berjuang untuk saling mengalahkan. Terlebih kedua tim ini memilki modal untuk bisa mendapat poin penuh, dengan skuat yang ada sekarang.
Persib yang merupakan tim bertabur bintang yang kokoh dalam pertahanan, menghadapi Dewa United, yang memiliki ciri permainan kolektif, lebih banyak penguasaan bola lini tengah, tentu akan menyajikan pertandingan menarik.
Di laga nanti, Persib Bandung tak akan diperkuat pemain bertahan andalannya, Patricio Matricardi karena di laga sebelumnya saat mengalahkan Bali United 3-2, ia terkena kartu merah.
Dengan absennya Patricio, kemungkinan Besar Federico Barba akan berduet dengan Julio Cesar untuk menjadi tembok pertahanan, di posisi bek tengah tim Maung Bandung.
Tapi di lini depan kini Persib memiliki opsi lebih banyak karena juru gedor asal Prancis, Andrew Jung, yang sebelumnya absen karena cedera, kini sudah pulih dan siap tempur untuk hadapi Dewa United. Tentu, ini akan menjadi amunisi tambahan bagi Persib untuk bisa menjebol gawang tim tuan rumah.
Jika melihat pertemuan kedua tim ini sebelumnya sempat saling mengalahkan, di putaran pertama saat Persib bermain di kandang berhasil mengalahkan Dewa dengan skor 1-0.
Di musim lalu saat Persib bermain di kandangan kalah 0-2, dan saat bermain tandang imbang 2-2. Sedangkan di musim sebelumnya, saat Persib bermain di kandang imbang 2-2, dan saat tandang menang 1-5.
Namun tentu itu tak bisa jadi patokan, sebab kini banyak pemain baru yang bergabung, terlebih di putaran kedua setiap tim sudah lebih solid membentuk chemistrynya dalam pertandingan.
Baca juga: Eks Bomber Persib Bandung Makin Mangprang Bareng Timnya Sekarang, Cetak Brace di Laga Teranyar
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, mengaku, timnya mempunyai waktu satu pekan untuk persiapan menghadapi Dewa United.
"Kabar baiknya adalah semua pemain dalam kondisi fit, kecuali Pato (Patricio Matricardi) yang terkena kartu merah," ujar Bojan, menjelang laga, Minggu (19/4/2026).
Menurut Bojan, semua pemain Persib lainnya ikut berlatih, atmosfernya bagus dan timnya menantikan tantangan ini.
"Dewa adalah tim yang bagus, mereka sedang dalam performa yang bagus, mereka punya banyak pemain berkualitas. Bagi saya, mereka adalah salah satu tim terbaik di liga," kata Bojan.
Tapi, Bojan mengaku, posisi mereka tidak lebih tinggi di klasemen, itu dirinya tidak tahu.
"Sya memperkirakan pertandingan ini akan sulit, tapi pada akhirnya, saya berharap kami akan pulang dengan hasil positif," ujar dia.
Saat ditanya ada, kewaspadaan khusus untuk pemain lawan, Bojan mengaku, pihaknya tidak bisa memberikan perhatian khusus hanya pada satu pemain karena mereka punya lima atau enam pemain bagus, dan bisa menentukan hasil pertandingan kapan saja.
"Itulah alasan mengapa sebagai tim, kami harus sangat kompak, kami harus waspada selama 90 menit. Tetapi mereka juga perlu memikirkan pemain-pemain kami, saya yakin ini akan jadi pertandingan yang sangat menarik," tuturnya.
Saat disinggung jika menang akan membuka kans menjadi juara lebih besar karena tersisa 6 pertandingan, apakah itu jadi motivasi tersendiri, menurut Bojan, itu motivasi yang bagus, tapi tidak ada yang akan ditentukan besok.
"Karena apakah kami menang, kalah, atau imbang, tidak masalah, masih ada enam pertandingan lagi. Jadi, Borneo dan Persija juga sangat dekat, seperti yang saya katakan, pada akhirnya segalanya bisa ditentukan di hari terakhir liga. Jadi kami hanya perlu fokus menjalani pertandingan demi pertandingan," ujar Bojan.
Jika Persib Bandung kalah di laga nanti, mereka masih tetap berada di puncak, namun hanya ada selisih satu poin dengan Borneo, tapi jika menang selisih poin kembali menjadi 4.
Sebab di pekan ini tepatnya hari kemarin, Borneo dan Persija meraih kemenangan, ketiga ditanya apakah itu jadi tekanan, Bojan mengungkapkan, timnya berada di posisi nomor satu.
"Justru mereka yang memiliki tekanan lebih besar setiap minggunya, untuk mengejar kami daripada tekanan untuk kami. Bagi kami, seperti yang sudah saya katakan, pertandingan ini tidak akan menentukan segalanya, jadi saya tidak merasa kami benar-benar tertekan. Kami hanya perlu turun ke lapangan dan berusaha memberikan yang terbaik," kata Bojan.
Bojan mengakui, musim ini adalah yang tersulit dari tiga musim terakhir. Sebab di musim lalu ketika mendapat 64 poin, sudah bisa memastikan juara, sedangkan musim ini masih terus berjuang karena selisih poin begitu dekat.
Baca juga: Dewa United vs Persib Bandung Jadi Reuni Pemain Jebolan Liga Belanda, Eliano Pantau Ivan Jenner
"Tetapi ini lebih menarik bagi para penggemar karena sampai mungkin dua pertandingan lalu, ada empat tim yang memperebutkan gelar juara. Sekarang hanya ada tiga tim dan siapa pun bisa menjadi juara," katanya.
Timnya, kata Bojan, memiliki sedikit keuntungan (karena berada di puncak klasemen), tetapi dirasa semuanya bisa tetap terbuka hingga pertandingan terakhir.
"Pasti liga ini akan menarik bagi para penggemar dan ini juga bagus untuk publik, media, pemasaran, bagi semua orang," ucapnya.
Sebab persaingan untuk menjadi juara kini sangat ketat, begitu juga persaingan di zona degradasi, baik di papan atas atau bawah kini selisih poinnya berbeda tipis.
Pelatih Dewa United, Jan Olde Riekerink, Mengungkapkan, Persib Bandung dalam beberapa tahun terakhir dan sekarang, bertarung dengan Borneo untuk gelar juara.
"Mereka belum kalah dalam 14 pertandingan terakhir di kompetisi, mereka kalah hanya di AFC Champions League Two. Mereka tidak kalah selama 14 kali terakhir (di Super League), jadi saya pikir itu tantangan yang bagus untuk kami," kata Jan Olde.
Jan Olde, mengaku, persiapan timnya dimulai terutama dengan identitas tim, timbya adalah klub muda, kami sedang membangun klub ini, baru tiga tahun.
"Saya sangat senang dengan penonton kami, juga pertandingan terakhir saya pikir jumlahnya semakin banyak, meski belum memenuhi stadion. Itulah mengapa kami disebut klub muda, kami sedang membangun," kata dia.
Sedangkan Persib Bandung, menurut Jan Olde, tentu saja punya sejarah, mereka punya stadion yang selalu penuh.
"Mereka memainkan 14 laga kandang dan memenangkan semuanya, tapi dari 13 laga tandang, mereka hanya menang enam kali, empat seri, dan tiga kalah. Jadi itu perbedaan besar. Bagi mereka, bermain di kandang adalah keuntungan," ujar dia.
Jan Olde mengatakan, akan menjadi benturan bagi Persib dengan perbedaan posisi timnya sebagai klub, selain itu Bandung adalah tim yang bermain dengan bola-bola panjang, sangat oportunis, tidak banyak di lini tengah tapi mereka menempatkan banyak orang di depan dengan kualitas fisik.
"Sedangkan kami lebih kepada tim dengan filosofi gaya bermain kolektif, lewat lini tengah dan mencoba menciptakan peluang," tuturnya.
Tahun lalu Jan Olde mengaku, timnya bermain sangat baik, finis di posisi kedua di liga dengan gaya sepak bola seperti itu, jadi itu bisa sukses.
"Enam bulan pertama musim ini kami kesulitan, tapi di bursa musim dingin (paruh musim) kami mendapatkan persaingan nyata di dalam tim, jadi sejak saat itu kami siap beraksi. Tujuh laga terakhir, lima menang, satu seri, satu kalah, suasana tim sedang bagus, jadi kami siap untuk pertandingan. Kami akan mencoba untuk menang," ujar Jan Olde.
Saat disinggung di putaran pertama kalah 1-0, Jan Olde mengatakan, sekarang timnya di posisi ke-8, mereka di posisi pertama, pelajarannya ada di sana.
"Saat kami lawan Persija, hasilnya imbang, saat lawan Malut dengan serangan yang sangat bagus, kami menang. Kami bisa bersaing dengan tim-tim papan atas saat ini," katanya.
Terutama setelah bursa transfer paruh musim, kata Jan Olde, karena sekarang ada persaingan yang bagus antar pemain dan timnya punya kualitas.
"Kami tahu lawan Borneo kami menang, jadi dengan semua tim papan atas, kami memberikan hasil. Saya rasa itu pesan terbesar dari pertandingan, mereka pertama, kami kedelapan, tapi melawan semua tim di atas kami, kami punya hasil bagus. Jadi kami siap untuk pertandingan tersebut," katanya.
Memang saat ini kedua tim baik Persib atau Dewa United dalam tren positif, sebelumnya Persib mengalahkan Dewa United dengan skor 3-2 meski bermain 10 pemain di babak kedua. Sedangkan Dewa United mengalahkan, Malut United dengan skor 1-2.
Saat disinggung laga nanti tanpa penonton, Jan Olde mengatakan, itu bukan keputusannya untuk bermain tanpa penonton.
"Pasti ada alasan yang sangat kuat, bukan karena orang-orang tidak mau ada penonton, tapi saya rasa memang sulit untuk membuat pilihan itu saat ini. Jadi pasti ada alasan bagus, bukan kapasitas saya untuk menghakimi, kita harus menerimanya," tuturnya.
Jan Olde mengatakan, sebagai pemain bola, pihaknya juga seperti aktor, suka bermain di panggung dengan tekanan sebesar mungkin, dengan penonton, seperti laga terakhir penonton sangat membantu timnya.
"Sekarang ada pilihan lain (tanpa penonton). Ini bukan keinginan saya, saya suka laga dengan stadion penuh dan tekanan, itu laga terbaik. Tapi pasti ada alasan bagus di balik keputusan ini, jadi kami harus terima," ucapnya.