TRIBUNKALTIM.CO - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menanggapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi yang berlaku sejak 18 April 2026.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak mengatur harga BBM non subsidi, melainkan hanya fokus pada BBM subsidi.
Menurut Bahlil, penentuan harga BBM non subsidi mengacu pada mekanisme pasar global sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022.
Dengan demikian, fluktuasi harga sangat dipengaruhi oleh dinamika harga minyak dunia.
Untuk BBM Non Subsidi, sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 11 Tahun 2022, harganya akan mengikuti mekanisme pasar global.
"Jadi kalau BBM itu kan kalau untuk yang pemerintah atur adalah BBM Subsidi. Yang untuk industri sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM (Nomor 11) Tahun 2022 itu mengikuti harga pasar," kata Bahlil, dilansir Kompas TV, Minggu (19/4/2026).
Baca juga: Harga 3 Jenis BBM Nonsubsidi Naik, Perbandingan Harga BBM di SPBU Pertamina, BP, Vivo dan Shell
Lebih lanjut Bahlil menegaskan, jenis-jenis BBM Non Subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex itu memang ditujukan untuk kalangan mampu.
"Jadi dan itu kan (Pertamax) turbo itu kan untuk orang kaya, orang-orang mampu semua, Ron 98. Kemudian Solar yang CN 51 itu kan untuk orang mampulah ya, ungkap Bahlil.
Harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi resmi naik mulai Sabtu (18/4/2026).
Berdasarkan data Pertamina, harga BBM khusus Pertamax Turbo naik, harganya kini Rp19.400-Rp20.250 perliter. Harga tersebut juga berbeda di masing-masing provinsi.
Kenaikan harga Pertamax Turbo ini cukup tinggi karena pada 1 Maret 2026, harganya masih di angka Rp 13.100 per liter.
Disisi lain, BBM Dexlite juga mengalami kenaikan. Pada 1 Maret 2026, harganya masih di angka Rp 14.200, kini naik menjadi Rp23.600-Rp24.650 per liter.
Lalu ada juga BBM jenis Pertamina Dex yang kini naik menjadi Rp22.700-Rp24.950 per liter. Padahal pada 1 Maret 2026, harganya masih Rp13.800-Rp15.100 per liter.
Baca juga: Industri Otomotif Bakal Melambat, Harga BBM Nonsubsidi Melonjak dan Mobil/Motor Listrik Kena Pajak
Di wilayah Jakarta, harga Pertamina Dex kini dibanderol Rp 23.900 per liter, naik Rp 9.400 dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.
Adapun harga BBM Dexlite juga mengalami kenaikan Rp 9.400, dari Rp 14.200 menjadi Rp 23.600 per liter.
Sementara itu, harga BBM Pertamax Turbo (RON 98) naik Rp 6.300, dari Rp 13.100 menjadi Rp 19.400 per liter.
Harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar serta sebagian produk lain seperti Pertamax dan Pertamax Green tidak mengalami perubahan.
Berdasarkan laman mypertamina.id, berikut harga BBM Pertamina terbaru, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya:
Baca juga: Update Harga BBM 18 April 2026: Pertamax Turbo Melonjak dari Rp13.100 ke Rp20.000
SPBU BP-AKR juga melakukan penyesuaian harga BBM-nya, yakni produk BP Ultimate Diesel.
Harga BBM BP Ultimate Diesel kini dibanderol Rp 25.560 per liter, naik Rp 10.940 dari sebelumnya Rp 14.620 per liter.
Berikut perincian harga BBM terbaru di SPBU BP-AKR:
Sementara itu, PT Vivo Energy Indonesia atau SPBU Vivo tidak menaikkan harga BBM.
Revvo 92 yang tetap dibanderol Rp 12.390 per liter.
Namun, sejumlah produk BBM lain seperti Revvo 95 dan Diesel Primus Plus dilaporkan tidak tersedia di beberapa wilayah, termasuk Jabodetabek dan Bandung.
Baca juga: BBM Subsidi Apa Saja? Update Harga BBM Hari Ini 18 April 2026, Info Kenaikan Harga Gas 12 Kg Terbaru
Sementara itu, Shell Indonesia hingga kini belum kembali menjual produk BBM di SPBU.
Perusahaan menyebut masih menunggu proses rekomendasi impor BBM 2026 dari pemerintah.
"Produk bahan bakar minyak (BBM) Shell saat ini tidak tersedia.
Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Anda alami.
Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku,” demikian keterangan Shell Indonesia.
Adapun produk dan layanan di Shell Select, deli2go, Bengkel SPBU Shell, dan Shell Recharge tetap tersedia. (*)