TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi akhirnya naik.
Pertamina sudah mengumumkan daftar harga terbaru bagi BBM nonsubsidi.
Pantauan Tribun-Timur.com di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jl Perintis Kemerdekaan harga terbaru BBM nonsubsidi sudah diterapkan mulai Sabtu (18/4/2026).
Terpantau harga Pertamax Turbo dijual Rp 19.850 per liter.
Naik dari harga sebelumnya Rp13.350 per liter.
Dexlite harganyaa kini Rp 24.150 per liter.
Sebelumnya, Dexlite Rp14.500 per liter.
Pertamina Dex juga naik dari Rp 14.800 per liter, kini tembus Rp 24.450 per liter.
Sementara harga Pertamax masih tetap di angka Rp 12.600 per liter.
Harga terbaru ini sudah berlaku di SPBU sepanjang Jl Perintis Kemerdekaan.
Mulai dari SPBU Pertamina 74.902.08 depan Bumi Permata Sudiang (BPS) dekat Simpang 5.
Kemudian di SPBU Pertamina depan Polda Sulsel.
Harga serupa juga dijual SPBU Pertamina Daya.
Kemudian di SPBU Pertamina 74.902.88 dekat BTP. Serta SPBU Pertamina 74.902.22 depan Pintu 1 Universitas Hasanuddin (Unhas).
Antrean cukup panjang hanya terpajang dua SPBU.
Yakni depan SPBU Pertamina 74.902.08 depan Bumi Permata Sudiang (BPS). Antrean mengular untuk truk dan bus hingga ke jalan utama.
Begitu juga di SPBU Pertamina 74.902.88 dekat BTP. Bus dan truk juga mengantre hingga ke jalan utama.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel Jufri Rahman menyebut pengendalian BBM sudah di antisipasi Pertamina.
Mulai dari distribusi BBM ke SPBU hingga penjualan ke pengendara
"Kalau itu pengendaliannya di SPBU. Tanpa kita imbau, pertamina sudah mengantisipasi itu, kata Jufri Rahman saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, pada Sabtu (18/4/2026) sore.
"Karena ini berkaitan dengan kinerja mereka. Tanpa diimbau mereka pasti lakukan langkah antisipasi," jelasnya.
Sementara di SPBU lainnya di Jl Perintis Kemerdekaan terpantau cukup lengang.
Dari 5 SPBU yang di pantau, tiga SPBU antreannya normal.
Didominasi kendaraan roda dua mengisi Pertalite.
Salah satu pengendara, Rifqi mengaku cukup khawatir dengan kenaikan harga ini.
"Saya mengisi biasa Pertamax. Pasti khawatir juga jangan sampai nanti naik juga ini Pertamax," kata Rifqi pengendara roda dua berwarna putih.
Dirinya mengaku biasa mengisi Pertamax sebab dianggap lebih baik terhadap mesin kedaraannya.
Saat ini, penerapan harga baru BBM sudah diterapkan di Makassar.