Nus Kei Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara, 2 Pelaku Ditangkap
deni setiawan April 19, 2026 07:55 PM

 

TRIBUNJATENG.COM, MALUKU - Peristiwa tragis dialami Agrapinus Rumatora atau akrab disapa Nus Kei pada Minggu (19/4/2026) pagi. Dia yang melakukan perjalanan dari Jakarta, tiba-tiba ditikam orang tak dikenal, setibanya di bandara.

Nus Kei yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara itu pun tewas akibat luka tusukan pelaku.

Dari hasil pemeriksaan, ada empat luka tusuk di tubuh korban. Nus Kei pun meninggal saat hendak dirawat di RSUD Karel Sadsuitubun, Maluku Tenggara.

Akibat kejadian itu, dua terduga pelaku telah ditangkap polisi, dua jam setelah kejadian. Kini polisi sedang memeriksa kedua terduga pelaku tersebut.

Baca juga: Sikap Golkar Kendal Menyoal Kasus Mora Sandhy di Koperasi BMJ: Kami Tunggu Putusan Resminya

• Viral Tawuran Gangster di Ngilir Kendal, Ada Warga Terkena Sabetan Parang saat Melerai

• 7 Ton Paket Ludes Terbakar di Tol Salatiga, Diawali Percikan Api di Bak Truk Ekspedisi

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau sering disapa Nus Kei, tewas setelah menjadi korban penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026).

Peristiwa itu terjadi tidak lama setelah korban tiba dari Jakarta.

Saat berjalan menuju pintu keluar bandara, korban tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam.

“Terjadi di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi seperti dilansir dari Kompas.com, Minggu (19/4/2026).

"Korban yang baru saja tiba dari Jakarta, diserang oleh orang tidak dikenal menggunakan senjata tajam," tambahnya.

Kronologi Penikaman

Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono membenarkan kejadian Nus Kei tewas seusai ditikam di bandara.

Dia menjelaskan, korban tiba di Bandara Karel Sadsuitubun sekira pukul 10.45 WIT.

Saat itu, korban menggunakan pesawat Lion Air JT880 dari Bandara Pattimura Ambon.

"Pukul 10.45 WIT, pesawat Lion Air JT880 yang ditumpangi Nus Kei landing di Bandara Udara Karel Sadsuitubun dari Bandara Pattimura Ambon," ujarnya.

Setelah mendarat, korban berjalan menuju pintu keluar untuk menemui keluarga yang telah menunggu. 

Tanpa diduga, korban langsung didatangi seorang laki-laki yang mengenakan jaket merah dan masker.

Laki-laki tersebut langsung melakukan penganiayaan terhadap korban.

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam almarhum Agrapinus Rumatora," kata Dave.

"Mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang," katanya.

Melihat kejadian itu, kakak korban, Antonius Rumatora sempat berupaya menghentikan pelaku dengan menjatuhkannya. Namun, pelaku melakukan perlawanan dan melarikan diri.

Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke dalam area bandara, tetapi akhirnya terjatuh di dekat pintu keluar.

"Agrapinus Rumatora juga sempat mendapat pertolongan dari petugas bandara Karel Sadsuitubun," kata Dave.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nyawanya tidak tertolong akibat luka yang diderita.

"Pukul 11.44 WIT, Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," ujar Dave Laksono.

Baca juga: Kabar Duka, Alex Noerdin Politisi Golkar Meninggal

• Kecelakaan Emak-emak Tertemper KA Batara Kresna di Solo, Motor Terseret 2 Meter

Pelaku Sudah Ditangkap

Setelah kejadian, polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi mengatakan, pelaku ada dua orang, yakni HR (28) dan FU (36).

Polda Maluku menyatakan kasus ini akan ditangani secara profesional dan meminta masyarakat tetap tenang.

"Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik.”

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan untuk menahan diri serta mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri."

"Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi."

"Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” ucapnya.

Reaksi Ketua DPD Golkar Maluku

Ketua DPD Partai Golkar Maluku, Umar Ali Lessy prihatin atas peristiwa penikaman yang menimpa Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Maluku Tenggara pada Minggu (19/4/2026).

“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden penikaman yang menimpa Nus Kei di Bandara Langgur,” kata Umar. 

Dia menyebut, insiden tersebut tidak hanya berdampak pada korban dan keluarga, tetapi juga berisiko menganggu stabilitas sosial di wilayah tersebut.

“Kami mengutuk keras tindakan kekerasan dalam bentuk apapun yang terjadi terhadap Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara,” tegasnya.

Umar menilai bahwa tindakan penyerangan terhadap Nus Kei sebagai perbuatan melawan hukum yang tidak dapat diterima.

“Tindakan penikaman ini adalah perbuatan melawan hukum dan tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” sebutnya. (*)

Sumber Kompas.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.