TRIBUNSUMSEL.COM -- Relawan Pro Jokowi (Projo) mengoreksi pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, terkait sejarah pencalonan Jokowi.
Menurut Sekjen Projo Freddy Alex Damanik, klaim JK yang merasa "membawa" Jokowi menuju kursi presiden adalah pandangan yang kurang tepat dan mengesampingkan peran besar suara masyarakat.
"Demokrasi kita tidak dibangun di atas peran satu individu, melainkan kerja kolektif berbagai elemen bangsa," kata Freddy Alex Damanik, dikutip dari situs Projo, Minggu (19/4/2026) melansir dari Tribunnews.com.
Freddy mengaku selama ini pihaknya menghormati Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa yang berkontribusi dalam perjalanan demokrasi.
Namun, ia tak sependapat jika Jokowi menjadi presiden karena peran besar Jusuf Kalla.
"Keberhasilan Jokowi dalam memikat hati pemilih tidak lepas dari rekam jejaknya. Kepemimpinan yang tumbuh dari bawah, kerja nyata di lapangan, serta kedekatan emosional dengan rakyat kecil merupakan faktor kunci yang membangun fondasi kepercayaan publik," ujar Freddy.
"Kemenangan tersebut ditopang oleh pilar-pilar demokrasi yang solid, mulai dari mesin partai politik seperti PDI Perjuangan, militansi organisasi relawan, hingga partisipasi aktif masyarakat luas," lanjutnya.
Sebelulmnya, Jusuf Kalla mengatakan bahwa dia adalah orang yang berjasa menyodorkan nama Jokowi ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta).
Ia juga menegaskan bahwa dirinya yang berperan besar menjadikan Jokowi sebagai Presiden ke-7 RI.
"Kasih tahu semua termul-termul itu, Jokowi jadi presiden karena saya," kata Jusuf Kalla, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Sabtu (18/4/2026).
Jusuf Kalla menceritakan bahwa saat itu Megawati tidak mau menandatangani pencalonan Jokowi jika bukan dirinya yang menjadi cawapresnya.
"Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilang, 'Eh belum cukup pengalaman, jangan (jadi presiden), nanti rusak negeri ini', Tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya," ujarnya.
"'Kenapa Bu saya mesti wakil?', 'karena Pak JK yang paling berpengalaman, bimbinglah dia'," tuturnya.
(*)