TRIBUNSUMSEL.COM -- Nama Hendrikus Rahayaan jadi salah satu atlet Mixed Martial Arts (MMA) yang sempat mencuri perhatian.
Diketahui Hendrikus Rahayaan lahir di Watran, Kota Tual, Maluku.
Dirinya juga tercatat sebagai keponakan dari John Kei mantan preman legendaris dengan julukan The Godfather Jakarta.
Pria kelahiran O6 Desember 1997 ternyata memang memiliki hobi berkelahi.
Hal ini sempat diutarakan dalam percakapan dengan Tribun Manado pada tahun 2023 silam.
petarung dengan slogan Bad Boy From Kei itu menceritakan kegemarannya itu.
Katanya, sedari kecil dia sudah sering berkelahi dengan teman sepermainan.
Hingga sering terlibat tauran seiring bertambahnya umur.
Namun, hobi itu tentu negatif, sehingga dia pun kurang disukai keluarga lantaran kerap hobinya menghasilkan masalah.
"Awalnya itu memang suka sekali cari gara-gara, beta (Saya) itu memang berawal dijalanan dari situ terus tidak disukai oleh keluarga," katanya kepada TribunAmbon.com, Kamis (25/8/2023).
Bertumbuh dewasa, Hendrikus pun memutuskan untuk menekuni hobinya.
Dengan tekad, hobinya berbuah prestasi yang membanggakan keluarga.
"Jadi bikin saja, lebih baik kita bikin baku pukul jalanan itu jadi prestasi saja biar jadi kebanggaan keluarga, selain bisa bertahan hidup juga, kita bisa mengharumkan nama daerah," lanjutnya. .
Jalan menuju atlet profesional dimulainya dengan berlatih keras dimentoring kakeknya sendiri yang kebetulan adalah pelatih ilmu bela diri.
Tidak hanya satu, kakeknya menguasai tiga cabang ilmu bela diri, yakni; Mhuay Thai, Whu su dan Boxing.
"Kebetulan beta punya kakek itu kita di sasana dia jadi coach, di Tual sini," lanjutnya.
Basic mental by one serta latihan keras, keponakan John Kei itu akhirnya terjun di kelas bantam One Pride MMA Itu.
Dari situlah, 2 match yang menjadi awal berkarirnya berakhir mulus dengan kemenangan.
M. Ricky Syahputra berhasil ditumbangkan dengan perolehan TKO 22 detik.
Sementara Boido Simanjuntak tunduk pada ronde ke tiga.
Hendrikus pun sangat yakin mampu menjadi atlet berprestasi, dan dia punya harapan besar anak muda Maluku yang sehobi bisa bertarung di ring profesional.
"Untuk mental-mental jalanan anak Maluku itu buat saja, kita itu anak-anak yang dianggap nakal begini, kalau baru mau berjuang itu nanti dapat banyak kritikan dari orang-orang, jadu saya harap selalu bermental baja, lakukan saja apa yang harus kita lakuakan tuk terus harumkan nama daerah, tandasnya.
Aparat kepolisian bergerak cepat mengungkap kasus pembunuhan tragis yang menimpa Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara, Drs. Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.
Tak butuh waktu lama, Polres Maluku Tenggara resmi mengamankan dua pria yang menjadi terduga pelaku penikaman maut di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026).
Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengungkapkan bahwa identitas kedua tersangka adalah Hendrikus Rahayaan (HR) alias Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis.
Adapun fakta di balik motif pembunuhan ini. Penikaman tersebut dipicu oleh dendam lama terkait peristiwa berdarah di Jakarta pada tahun 2020 silam.
"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," jelas AKBP Rian Suhendi melansir dari berbagai sumber,.
Kabar duka menyelimuti Maluku Tenggara setelah Ketua DPD Partai Golkar setempat, Agrapinus Rumatora atau yang akrab disapa Nus Kei, tewas akibat penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026).
Insiden maut ini terjadi sesaat setelah korban mendarat dari penerbangan asal Ambon sekitar pukul 11.10 WIT.
Ketika sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak kenal (OTK).
Pada momen tersebut, kakak Nus Kei, Antonius Rumatora langsung membanting pelaku. Namun, pelaku berujung melawan dan melarikan diri.
"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora."
"Melihat kejadian tersebut Saudara Antonius Rumatora (kakak korban) sempat memeluk dan membanting yang diduga pelaku namun pelaku melawan dan berhasil melarikan diri," demikian rilis resmi yang diterima dari Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, Minggu (19/4/2026) melansir Tribunnews.com.
Setelah itu, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara tetapi terjatuh dan sempat memperoleh pertolongan dari petugas di lokasi.
Nus Kei lantas dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
"Pukul 11.44 WIT, Saudara Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," tuturnya.
Berdasarkan laporan yang diterima, Nus Kei menderita empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.
Di sisi lain, maksud dari Nus Kei berada di Kabupaten Maluku Tenggara untuk menghadiri acara partai.
"Kedatangan Agrapinus Rumatora Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026," katanya.
(*)