TRIBUNPADANG.COM, SIJUNJUNG - Markas Komando Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sijunjung mencatat puluhan peristiwa kedaruratan yang terjadi di wilayah tersebut sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026.
Berdasarkan data rekapitulasi terbaru, petugas Damkar telah merespons sebanyak 74 total kejadian sejak Januari hingga Maret 2026.
Baca juga: Memperkuat Tata Kelola Digital, Pemkab Sijunjung Dorong Pemanfaatan Analisis Media Sosial
Menariknya, dari puluhan laporan yang masuk, tren penanganan kedaruratan di Sijunjung justru didominasi oleh aksi penyelamatan (rescue) dibandingkan peristiwa kebakaran bangunan atau lahan.
Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Sijunjung, Syamsurijal, mengungkapkan bahwa kesiapsiagaan personel terus ditingkatkan menyusul tingginya permintaan bantuan dari masyarakat.
"Kami mencatat ada 18 kasus kebakaran dan 56 aksi penyelamatan non-kebakaran yang berhasil ditangani personel di lapangan selama tiga bulan ini," ujar Syamsurijal saat dikonfirmasi, Minggu (19/4/2026).
Jika dirinci secara bulanan, Maret 2026 menjadi periode paling sibuk bagi tim penyelamat dengan total 23 aksi evakuasi dan penyelamatan di berbagai lokasi.
Dalam kategori penyelamatan, evakuasi sarang tawon atau lebah menjadi kasus yang paling sering dilaporkan oleh warga kepada petugas Damkar Sijunjung.
Tercatat ada 16 kasus evakuasi tawon yang ditangani, di mana puncaknya terjadi pada bulan Maret dengan 7 laporan masuk dalam satu bulan saja.
Selain tawon, gangguan hewan melata seperti ular juga masih menghantui pemukiman warga dengan total 17 kasus evakuasi selama periode Januari hingga Maret.
"Evakuasi ular cukup konsisten setiap bulannya, di mana Januari ada 4 kasus, Februari 7 kasus, dan kembali ada 6 kasus pada Maret kemarin," jelasnya merinci data laporan.
Baca juga: Ribuan Warga Padati Bazaar UMKM dan Konser Musik di Dharmasraya
Tak hanya hewan berbahaya, petugas juga melakukan aksi penyelamatan humanis seperti evakuasi anjing atau kucing hingga pelepasan cincin yang tersangkut di jari warga.
Sementara itu, dari sisi peristiwa kebakaran, laporan yang paling mendominasi adalah kebakaran rumah tinggal dengan total 9 kasus.
Kebakaran rumah ini mengalami fluktuasi, di mana pada bulan Januari tercatat ada 4 kasus, menurun menjadi 2 kasus di Februari, dan naik lagi menjadi 3 kasus di bulan Maret.
Kasus kebakaran lainnya yang sempat ditangani tim Damkar meliputi kebakaran lahan hutan, peralatan listrik, hingga satu unit gudang industri.
Syamsurijal juga menyoroti adanya kejadian unik di mana petugas harus memadamkan api yang membakar pohon, dengan total 4 kejadian selama triwulan pertama.
Melihat tren ini, pihak Damkar mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menghubungi layanan darurat jika menemui situasi yang mengancam keselamatan, baik api maupun hewan liar.
Hingga saat ini, personel Damkar Sijunjung tetap disiagakan 24 jam untuk mengantisipasi potensi bencana dan gangguan ketertiban di tengah masyarakat.