TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah video yang menampilkan tindakan tidak pantas sejumlah siswa SMAN 1 Purwakarta menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial.
Dalam rekaman yang kini menjadi viral, terlihat para siswa secara bersamaan mengacungkan jari tengah ke arah seorang guru di dalam kelas.
Dalam video tersebut, guru yang menjadi sasaran tampak sedang berjalan meninggalkan ruang kelas usai kegiatan belajar mengajar.
Di saat bersamaan, sejumlah siswa dengan sengaja melakukan gestur jari tengah yang dinilai tidak sopan ke arah punggung sang guru.
Keterangan dalam unggahan itu menyebutkan bahwa aksi tersebut terjadi saat suasana kelas masih berlangsung setelah pelajaran selesai, sehingga menambah sorotan terhadap perilaku para siswa.
Baca juga: Nasib 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta Usai Ejek & Acungkan Jari Tengah ke Guru, Orang Tua Nangis Histeris
Tak butuh waktu lama, video tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet.
Banyak yang menilai tindakan tersebut melampaui batas dan mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap tenaga pendidik.
Kritik pun membanjiri kolom komentar, dengan sebagian besar menyayangkan sikap para siswa yang dianggap mencederai nilai-nilai etika dan tata krama di lingkungan sekolah.
Baca juga: Para Siswa yang Mengolok Guru di SMAN 1 Purwakarta Diskors 19 Hari, KDM: Mending Bersihkan Sekolah
Menanggapi gelombang kecaman tersebut, para siswa yang terlibat bersama pihak sekolah akhirnya memberikan klarifikasi.
Sebuah video lanjutan diunggah akun Instagram @infojawabarat pada Sabtu (18/4/2026) yang memperlihatkan seluruh siswa dari kelas XI-1 menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Dalam video itu, seorang siswi bernama Hamila tampil sebagai perwakilan kelas dan menyampaikan penyesalan atas tindakan yang telah dilakukan.
Ia mengakui bahwa perilaku tersebut tidak pantas ditujukan kepada guru mereka.
Permintaan maaf juga disampaikan secara khusus kepada guru yang menjadi korban, Saphira, serta kepada seluruh tenaga pengajar dan alumni sekolah.
Di akhir video, seluruh siswa tampak menundukkan kepala dan secara bersama-sama mengucapkan permohonan maaf atas kesalahan yang telah terjadi.
Baca juga: Para Siswa yang Mengolok Guru di SMAN 1 Purwakarta Diskors 19 Hari, KDM: Mending Bersihkan Sekolah
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 1 Purwakarta, Ida Rosida, memastikan bahwa sembilan siswa yang terlibat telah menerima sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Penindakan tersebut mengacu pada pedoman pendidikan karakter Pancawaluya serta tata tertib sekolah.
Langkah ini diambil sebagai bentuk penegakan disiplin sekaligus pembelajaran bagi para siswa agar memahami konsekuensi dari tindakan yang mereka lakukan.
Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai peristiwa ini menjadi cerminan perlunya penguatan pendidikan karakter di lingkungan sekolah.
Selain sanksi skorsing selama 19 hari yang telah diberikan, Dedi mendorong agar hukuman tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengandung unsur pembinaan.
Ia mengusulkan agar para siswa dilibatkan dalam kegiatan fisik yang mendidik, seperti membersihkan lingkungan sekolah, menyapu, hingga merawat fasilitas seperti toilet dalam jangka waktu satu hingga tiga bulan.
(TribunTrends.com/Talitha)