Sosok dan Jejak Nus Kei, Ketua Golkar Tewas Ditikam OTK, Rumahnya Pernah Diserang Kelompok John Kei
Rusaidah April 19, 2026 07:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei dikabarkan tewas, Minggu (19/4/2026).  

Nus Kei dilaporkan meregang nyawa usai menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK).  

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi mengatakan korban ditikam OTK di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun Ibra, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara.  

Sekira pukul 11.25 WIT, kata Rositah, Nus Kei baru saja tiba di bandara tersebut dari Jakarta. 

Baca juga: Nus Kei Ketua Golkar Tewas Ditikam saat Tiba di Bandara, Kakak Korban Banting Pelaku Sebelum Kabur

"Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” kata Rositah dalam keterangannya, Minggu (19/4/2026).  

Saat kejadian, Nus Kei sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.  
Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka tusukan yang dideritanya.  

NUS KEI - Nus Kei sedang memberikan keterangan kepada awak media di Polda Metro Jaya, Selasa (23/6/2020). Agrapinus Rumatora yang menjabat Ketua DPC Partai Golkar, Kabupaten Maluku Tenggara, itu tewas ditikam pada Minggu (19/4/2026). 
NUS KEI - Nus Kei sedang memberikan keterangan kepada awak media di Polda Metro Jaya, Selasa (23/6/2020). Agrapinus Rumatora yang menjabat Ketua DPC Partai Golkar, Kabupaten Maluku Tenggara, itu tewas ditikam pada Minggu (19/4/2026).  (WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

Menanggapi peristiwa tersebut, Polres Maluku Tenggara segera melakukan penyelidikan.  

Tak butuh waktu lama, pelaku berhasil diringkus hanya dalam waktu dua jam setelah kejadian. 

Dalam kasus ini, dua tersangka berinisial HR (28) dan FU (36) telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif.  

“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” ujarnya. 

Baca juga: Wanita ASN dan Polisi Kepergok Selingkuh yang Digerebek Keluarga Kini Nasibnya di Tangan Disnaker

Lebih lanjut, Rosita menyampaikan bahwa pimpinan Polda Maluku telah menginstruksikan agar penanganan perkara ini dilakukan secara profesional, transparan, dan tuntas. 

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga korban dan para simpatisan, agar tetap menahan diri serta mempercayakan proses hukum kepada Polri. Jangan sampai terjadi aksi balasan yang justru memperkeruh keadaan. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” tuturnya. 

Sosok dan Rekam Jejak Nus Kei 

Nus Kei didapuk sebagai Ketua mengutip infopemilu.kpu.go.id.  

Dirinya pernah berseteru dengan kelompok John Kei.  

Salah satunya termasuk rumahnya di Cluster Australia Green Lake City, Cipondoh, Tangerang, yang diserang oleh segerombolan orang dari kelompok John Kei.  

Kapolda Metro Jaya kala itu, Irjen Nana Sudjana, menyebut aksi penganiayaan di Cengkareng serta penyerangan rumah di Tangerang yang dilakukan kelompok John Kei pada Minggu (22/6/2020) sebagai bentuk premanisme brutal.

Dalam proses penyelidikan, Nana mengungkapkan bahwa aparat telah menangkap 30 orang yang terlibat dalam dua peristiwa tersebut, termasuk John Kei, dari markas mereka di Perumahan Tytyan Indah, Bekasi, pada Minggu malam.

“Pada Minggu kemarin di saat mulai kita buka Car Free Day, kita dikejutkan dengan aksi yang bisa dikatakan aksi brutal premanisme di wilayah Jakarta Barat dan Tangerang dari kelompok yang selama ini dikenal kelompok John Kei,” ujar Nana di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/6/2020).

Ia menjelaskan, aksi kekerasan tersebut telah direncanakan sebelumnya dan mengakibatkan korban jiwa di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Kelompok John Kei disebut melakukan penyerangan secara bersama-sama dan terbuka terhadap pihak lain.

Peristiwa penganiayaan terjadi pada Minggu (21/6/2020) sekitar pukul 11.30 WIB di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam kejadian itu, sekitar 5 hingga 7 orang menyerang kelompok Nus Kei.

Baca juga: Harga BBM Terbaru 40 Provinsi Se-Indonesia, Segini Pertamax, Pertadex, Dexlite di Bangka Belitung

“Pelaku berjumlah 5 sampai 7 orang terhadap kelompok Nus Kei dan terjadi di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Ini menyebabkan 1 orang meninggal dunia yaitu atas nama ER,” kata Nana.

Korban meninggal dunia akibat luka bacok di sejumlah bagian tubuh. 

Selain itu, satu korban lainnya berinisial AR mengalami luka serius hingga empat jari tangannya putus akibat sabetan senjata tajam.

NUS KEI -- Nus Kei, korban pengerusakan rumah oleh kelompok John Kei di Kluster Australia Green Lake City Kota Tangerang, Rabu (24/6/2020).
NUS KEI -- Nus Kei, korban pengerusakan rumah oleh kelompok John Kei di Kluster Australia Green Lake City Kota Tangerang, Rabu (24/6/2020). (KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONO)

Tak lama berselang, pada hari yang sama sekitar pukul 12.25 WIB, kelompok yang sama kembali melakukan aksi kekerasan. Sekitar 15 orang dengan menggunakan empat mobil mendatangi sebuah rumah di klaster Australia, Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang.

“Ke-15 orang ini juga diduga dari kelompok John Kei mendatangi rumah tersebut di Perumahan Green Lake, klaster Australia di Jalan Boulevard Cipondoh, Tangerang Kota. Mereka datang ke sana kemudian mencari seseorang,” ujar Nana.

Target yang dicari adalah Nus Kei, namun yang bersangkutan tidak berada di lokasi. Di dalam rumah hanya terdapat istri dan anak-anaknya.

“Rumah tersebut memang merupakan rumah yang bersangkutan (Nus Kei), tapi ia tidak ada. Yang ada istri dan anak-anaknya.”
Keluarga korban sempat berupaya menyelamatkan diri, namun pelaku tetap melakukan perusakan pada bagian rumah, mulai dari pintu, ruang tamu, hingga kamar.

Baca juga: Modal NIP KTP, Cek Sekarang PKH dan BPNT Bansos Cair April 2026, Caranya Cuma Pakai HP 

Derita 4 Luka Tusuk

Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, tewas usai ditikam oleh orang tak dikenal (OTK) saat berada di Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, pada Minggu (19/4/2026).

Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, membenarkan terkait insiden tersebut.

Dia mengungkapkan Nus Kei sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Karel Sadsuitubun sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Dave mengatakan korban menderita empat luka tusuk akibat penikaman oleh OTK tersebut.

"Mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang," katanya kepada Tribunnews.com.

Dave mengungkapkan detik-detik penikaman terhadap Nus Kei berawal ketika korban tiba di Bandara Karel Sadsuitubun dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku sekira pukul 10.45 WIT.

"Pukul 10.45 WIT, pesawat Lion Air JT880 (yang ditumpangi Nus Kei) landing di Bandara Udara Karel Sadsuitubun dari Bandara Pattimura Ambon," ujarnya.

Baca juga: Wanita ASN Terciduk Selingkuh dengan Oknum Polisi Ternyata PPPK, Digerebek Keluarga di Kontrakan

Lalu, Nus Kei langsung berjalan menuju ke pintu keluar bandara untuk menemui keluarga besarnya yang telah menjemput.

Setelah itu, tiba-tiba korban didatangi oleh seorang pria dengan ciri-ciri memakai jaket merah serta masker dan langsung melakukan penikaman.

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora," kata Dave.

Melihat peristiwa tersebut, kakak korban, Antonius Rumatora, langsung membanting pelaku. Namun pelaku melakukan perlawanan dan berujung melarikan diri.

Di momen tersebut, Dave menuturkan Nus Kei sempat memperoleh pertolongan dari petugas bandara.

"Saudara Agrapinus Rumatora sempat lari ke dalam bandara namun terjatuh di pintu keluar bandara dan sempat mendapat pertolongan dari petugas bandara Karel Sadsuitubun," bebernya.

Selanjutnya, Nus Kei langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.

Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan hebat di organ vital imbas penikaman yang dialami.

"Pukul 11.44 WIT, Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal dunia oleh dr. Irene Ubro akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," ujar Dave.

2 Pelaku Ditangkap

Pasca kejadian, polisi berhasil menangkap pelaku penikaman terhadap Nus Kei.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, mengatakan pelaku ditangkap tak lama setelah peristiwa tersebut terjadi.

Adapun total pelaku berjumlah dua orang berinisial HR (28) dan FU (36). Namun, terkait motif, Rositah mengatakan bahwa hal tersebut masih didalami oleh penyidik.

“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” tuturnya.

Lebih lanjut, Rosita mengatakan pimpinan Polda Maluku sudah memerintahkan agar kasus tersebut ditangani secara profesional transparan, dan tuntas.  

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” ucapnya.

Kronologi Kejadian 

Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, tewas ditikam saat berada di Bandara Karel Sadsuitubun, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, pada Minggu (19/4/2026).

Peristiwa berawal ketika Nus Kei tiba di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu siang sekira pukul 11.10 WIT dari Bandara Internasional Pattimura, Ambon, Maluku.

Baca juga: Oknum Polisi dan ASN Digerebek Selingkuh, Mobil Dirusak Warga, Propam Nganjuk Turun Tangan

Ketika sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak kenal (OTK).

Pada momen tersebut, kakak Nus Kei, Antonius Rumatora langsung membanting pelaku. Namun, pelaku berujung melawan dan melarikan diri.

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora."

"Melihat kejadian tersebut Saudara Antonius Rumatora (kakak korban) sempat memeluk dan membanting yang diduga pelaku namun pelaku melawan dan berhasil melarikan diri," demikian rilis resmi yang diterima Tribunnews.com dari Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, Minggu.

Setelah itu, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara tetapi terjatuh dan sempat memperoleh pertolongan dari petugas di lokasi.

Nus Kei lantas dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.

"Pukul 11.44 WIT, Saudara Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," tuturnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, Nus Kei menderita empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.

Baca juga: Harga Token Listrik 20–26 April 2026, Beli Rp50 Ribu Daya 900 VA-1.300 VA Dapat Berapa kWh?

Di sisi lain, maksud dari Nus Kei berada di Kabupaten Maluku Tenggara untuk menghadiri acara partai.

"Kedatangan Agrapinus Rumatora Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026," katanya.

Hingga kini, belum diketahui motif dari pelaku melakukan penikaman terhadap Nus Kei. Selain itu, belum diketahui pula terkait apakah pelaku sudah ditangkap atau belum oleh pihak kepolisian.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Abdi Ryanda Shakti/Garudea Prabawati) (Kompas.com/Rahmat Rahman Patty/Dani Prabowo) (Bangkapos.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.