Suasana Ratusan Keluarga Maninjau Halalbihalal di Tanah Rantau Jabodetabek
Desy Selviany April 19, 2026 08:15 PM

TRIBUNDEPOK-Suasana hangat berlangsung saat Halalbihalal Ikatan Keluarga Nagari Maninjau (IKM) se-Jabodetabek. 

Para perantau dari Maninjau di Jabodetabek melepas rindu dengan suasana kampung halaman meski di tanah rantau. 

Acara halalbihalal ini berlangsung di Graha Marinir, Jalan Kuitang Raya, Senen, Jakarta Pusat pada Minggu (19/4/2026). 

Acara halalbihalal bertema Babedo Suku Ciek Nagari ini sebagai bentuk silaturahmi keluarga Maninjau yang merantau di tanah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). 

Halalbihalal ini dibuka dengan meriah menampilkan sejumlah adat Minang seperti tarian pasembahan dan tari piring sebagai hiburan. 

Sejumlah makanan khas Minang juga dijual di stand Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Mulai dari camilan khas Minang seperti Keripik Balado, dakak-dakak, rendang telor, karak kariang, hingga lemang dijual di acara yang digelar oleh IKM Se-Jabodetabek. 

Ada juga kerajinan tangan seperti tas dari Femmi's Fashion dijual di acara terbesar keluarga Maninjau Sejabodetabek itu.

Halalbihalal ini diikuti 860 orang dari 7 suku di Maninjau seperti dari Suku Piliang, Chaniago, Tanjung, Malayu, Guci, Sikumbang, dan Koto hadir dalam acara silaturahmi yang diadakan setiap tahun di wilayah Jakarta dan sekitarnya. 

Halalbihalal ikm
Halalbihalal IKM Jabodetabek diikuti 860 orang dari 7 suku di Maninjau seperti dari Suku Piliang, Chaniago, Tanjung, Malayu, Guci, Sikumbang, dan Koto hadir dalam acara silaturahmi yang diadakan setiap tahun di wilayah Jakarta dan sekitarnya. 

Acara pun berlangsung meriah dan hangat. Sejumlah peserta saling bertegur sapa dan berjumpa rindu bertemu dengan para keluarga di kampung halaman Maninjau, Sumatra Barat. 

Para peserta juga berkeliling bersalaman dengan para datuk (kepala adat) yang hadir di Halalbihalal tersebut. 

Ketua Umum IKM se-Jabodetabek Datuk Parpatiah Harry Asmar menjelaskan bahwa acara ini memiliki tujuan agar keluarga Maninjau bisa mewariskan budaya minangkabau di manapun mereka berada termasuk di tanah perantauan Jakarta dan sekitarnya. 

Baca juga: Atta Halilintar Bawa Nasi Padang Resep Sang Ayah, Gerard Pique: Wow, Luar Biasa

"Ini event tahunan, tahun ini temanya berbeda suku satu nagari. Visi besarnya kami mewariskan budaya minangkabau di manapun warga Maninjau berada," jelas pria yang bergelar Angku Datuk itu ditemui di sela acara didampingi Wakil Ketua IKM Jabodetabek Nizam. 

Angku Datuk adalah gelar kehormatan tradisional Minangkabau untuk penghulu atau pemimpin adat (ninik mamak) yang diwariskan turun-temurun melalui garis keturunan ibu.  

Angku merupakan sapaan hormat (seperti 'Tuan' atau 'Bapak'), sedangkan Datuk adalah gelar sako, yang menandakan pemangku jabatan sebagai pimpinan kaum 

Angku Datuk Harry Asmar berharap silaturahmi tersambung dan silaturahmi antar suku Maninjau bisa diwariskan dari generasi ke generasi di manapun tanah rantauan mereka pijak. 

"Jadi adat Minangkabau dibawa di dalam hati dan pikirannya termasuk di Jabodetabek ini," tuturnya. 

Total ada 9 datuk dari 24 datuk di Maninjau yang hadir dalam acara tersebut. 

Di antara datuk yang hadir yakni Datuk Maka Maswir Djaman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.