TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite mulai mengguncang operasional sopir travel di Malinau, Provinsi Kalimantan Utara.
Dalam satu kali perjalanan pulang-pergi, biaya bahan bakar bahkan bisa menembus Rp1 juta.
Lonjakan harga Dexlite yang kini mencapai Rp10.450 per liter dari harga sebelumnya membuat para penyedia jasa transportasi rute Malinau–Tanjung Selor dan sekitarnya harus menghitung ulang biaya operasional harian.
Kondisi ini menjadi beban berat, mengingat sebagian besar armada travel di Malinau menggunakan mesin diesel yang bergantung pada Dexlite untuk menjaga performa kendaraan.
Baca juga: DPR Peringatkan Pemerintah, Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Jangan Merembet ke Harga Kebutuhan Pokok
Selisih kenaikan harga yang mencapai lebih dari 70 persen berdampak langsung pada margin keuntungan sopir, yang kini tergerus hanya untuk menutup biaya bahan bakar.
Sopir travel rute Malinau–Tanjung Selor, Jumadi, mengungkapkan konsumsi BBM dalam satu kali perjalanan pulang-pergi bisa mencapai 50 hingga 60 liter, tergantung muatan.
"Kenaikan ini pasti terasa sekali karena dalam sekali jalan kiya bisa habis satu juta rupiah lebih hanya untuk beli Dexlite saja," ujarnya melalui telepon seluler, Minggu (19/4/2026).
Ia menyebut sebelumnya biaya bahan bakar masih berada di kisaran Rp700 ribuan, namun kini melonjak drastis sehingga pendapatan bersih yang dibawa pulang berkurang signifikan.
Baca juga: Harga BBM Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Bahlil: Itu untuk Orang Mampu
Situasi ini membuat para sopir mulai intens berkomunikasi untuk membahas kemungkinan penyesuaian tarif angkutan penumpang guna menutupi lonjakan biaya operasional.
Di sisi lain, pengguna angkutan barang antarkecamatan, Lias, menilai dampak kenaikan harga belum terasa signifikan saat ini, namun berpotensi besar memukul wilayah pedalaman.
"Karena mungkin yang paling terdampak itu daerah pedalaman. Di sini kan banyak mobil diesel. Kalau kenaikan segitu mau tidak mau memang harganya perlu dihitung ulang," katanya.
Kenaikan harga Dexlite juga diprediksi berdampak pada jasa pengiriman barang titipan yang selama ini memanfaatkan armada travel, seiring meningkatnya biaya tambahan beban muatan.
Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Naik Tajam, Warga Kaltara Khawatir Pertalite Menyusul
Meski demikian, aktivitas di pangkalan travel sekitar Terminal Malinau Kota masih terpantau normal.
Namun, para sopir kini lebih banyak berdiskusi mencari strategi bertahan di tengah mahalnya harga BBM. (*)