Sosok Aliandra Elmira Ramadhani, Bocah Hanyut di Sungai Bulango Gorontalo: Rajin Salat dan Mengaji
Fadri Kidjab April 19, 2026 09:57 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kepergian bocah yang hanyut di Sungai Bulango, Kota Gorontalo, masih menyisakan kesedihan mendalam bagi pihak keluarga.

Akhirnya terungkap sosok Aliandra Elmira Ramadhani (10) yang dikenal sebagai anak penurut dan sangat dekat dengan keluarganya.

Hal itu diungkapkan oleh tante korban, Dewi Olii, saat menceritakan keseharian hingga kronologi hilangnya Elmira dari sudut pandang keluarga.

Kronologi Hilangnya Elmira

KORBAN HANYUT - Kolase pencarian korban hanyut di Sungai Bulango. Terungkap sejumlah fakta mengenai dua bocah tenggelam usai berenang di Sungai Bulango.
KORBAN HANYUT - Kolase pencarian korban hanyut di Sungai Bulango. Terungkap sejumlah fakta mengenai dua bocah tenggelam usai berenang di Sungai Bulango. (TribunGorontalo.com)

Menurut Dewi, keluarga sama sekali tidak menyangka Elmira akan pergi ke sungai. Pasalnya, selama ini ia dikenal tidak pernah melanggar larangan orang tua. 

“Dia juga tidak ke sungai karena sedari awal sudah kami ingatkan,” jelasnya.

Dewi menjelaskan bahwa Elmira biasanya memiliki kebiasaan pulang tepat waktu saat jam salat tiba.

“Pokoknya dia pulang, karena dia pasti salat Magrib,” ungkap Dewi, Minggu (19/4/2026).

Awalnya, keluarga mengira Elmira hanya bermain seperti biasa di sekitar kompleks.

Biasanya, Elmira sering bermain di rumah Nazril atau teman-temannya yang masih berada dalam satu lingkungan. Namun, kekhawatiran mulai muncul setelah ada informasi dari teman korban terkait rencana mereka untuk bermain ke sungai pada hari kejadian.

Dewi kemudian mencoba menghubungi keluarga Nazril, tetapi ternyata kedua anak tersebut sama-sama belum pulang.

Ayah Elmira yang menyadari anaknya tak kunjung kembali langsung melakukan pencarian di sekitar kompleks hingga ke lokasi yang lebih jauh.

Upaya pencarian mulai mengarah ke sungai setelah adanya informasi dari warga.

“Ada orang di Banthayo (rumah/pondok), coba cek di kowala (sungai),” ujar Dewi menirukan perkataan kerabatnya.

Saat dilakukan pengecekan di lokasi, ditemukan barang-barang yang menguatkan dugaan mereka.

“Pas dicek, ternyata itu betul sendalnya El (Elmira), bajunya milik Nazril,” katanya.

Temuan tersebut membuat ayah korban histeris. Ia bahkan berteriak memanggil nama anaknya di sekitar lokasi. Keluarga menduga kedua korban sudah berada di sungai sejak sekitar pukul 15.00 Wita.

Meski situasi semakin mengkhawatirkan, keluarga tetap menyimpan harapan besar. Mereka berharap Elmira hanya bersembunyi karena takut, terlebih setelah Nazril ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Bahkan malam itu kami tidak tidur, kami tunggu dia siapa tau datang dan mengetuk pintu,” tutur Dewi.

Di tengah pencarian, berbagai informasi simpang siur sempat beredar.

Keluarga menerima kabar bahwa Elmira ditemukan selamat di beberapa lokasi, seperti Jembatan Jodoh hingga Jembatan Potanga. Namun, setelah dicek, semua informasi tersebut tidak benar.

Hingga akhirnya, kepastian datang dari wilayah Tombulobutao pada Sabtu (18/4/2026). Setelah dipastikan, korban benar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. 

Baca juga: Isak Tangis Ayah Nazril Bocah Hanyut di Sungai Bulango Gorontalo, Pertemuan yang Tak Terwujud

Kondisi Korban Saat Ditemukan

BOCAH HANYUT -- Proses pencarian bocah hanyut di Sungai Bulango, Gorontalo. Basarnas Gorontalo mengungkap kronologi lengkapnya.
BOCAH HANYUT — Proses pencarian bocah hanyut di Sungai Bulango, Gorontalo. Basarnas Gorontalo mengungkap kronologi lengkapnya. (Istimewa)

Dewi menyebutkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

“Tak ada ditemukan bekas luka atau memar, memang ada luka tergores kayu, badannya juga tidak bengkak,” jelasnya.

Jenazah Elmira langsung dimakamkan usai salat Magrib pada hari yang sama setelah ditemukan.

Di mata keluarga, Elmira dikenal sebagai anak yang penurut dan penuh kasih sayang.

Ia tinggal bersama ayah tirinya, Yudin Pahrun, setelah ibunya, Linda Biludi, meninggal dunia sekitar dua tahun lalu.

“Ibunya sudah meninggal, dia tinggal dengan ayahnya,” ungkap Dewi.

Meski demikian, Elmira tetap tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih.

“Tinggal dengan papa tiri, tapi Elmira sangatlah disayangi,” katanya.

Kedekatan itu terlihat dari perhatian sang ayah yang selalu mengingatkan dan mencari Elmira saat ia tak kunjung pulang.

Elmira juga dikenal rajin beribadah; ia sering diajak salat dan mengaji oleh ayahnya. 

“Ayahnya sering salat sehingga Elmira sering diajaknya dan juga mengaji,” ujarnya.

Bahkan, dalam waktu dekat, Elmira sebenarnya memiliki rencana besar dalam perjalanan spiritualnya.

“Minggu depan itu dia (Elmira) mau khattam Quran,” tambah Dewi.

Sebagai siswa kelas 4 SD, Elmira dikenal sebagai anak yang manja kepada keluarga. Sifat itulah yang kini menjadi hal paling dirindukan.

Meski telah kehilangan sosok ibu sejak kecil, Elmira tumbuh dengan limpahan kasih sayang dari keluarga di sekitarnya. Kini, semua kenangan tentang keceriaan dan kepolosannya hanya tinggal cerita. (*) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.