TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi tidak serta-merta mengguncang usaha rental mobil di Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari.
Para pelaku usaha memilih bertahan dengan satu strategi utama.
Di Provinsi Jambi, per 18 April 2026, harga BBBM non-subsidi Pertamax Turbo RON 98 Rp19.850 per liter, naik Rp6.500 dari harga sebelumnya Rp13.350.
Harga Dexlite CN51 Rp24.150 per liter, naik Rp9.650 per liter dari sebelumnya Rp14.500 per liter
Harga BBM Pertamina Dex (Pertadex) CN53 Rp24.450 per liter, naik Rp9.650 per liter dari sebelumnya Rp14.800 per liter.
Harga BBM Pertamax RON 92 Rp12.600 per liter, tidak mengalami kenaikan.
Harga BBM subsidi Pertalite RON 90 Rp10.000 per liter, tetap.
Harga BBM subsidi solar Rp6.800 per liter, tetap.
Strategi Jitu
Ternyata, para pengusaha rental memisahkan biaya sewa dan konsumsi BBM, sehingga gejolak harga tidak langsung menghantam operasional mereka.
Pada Minggu (19/4/2026) Tribun Jambi mewawancarai beberapa pengusaha rental mobil.
Sejumlah pengusaha rental mengakui aktivitas penyewaan kendaraan masih berjalan normal. Permintaan relatif stabil, tanpa penurunan signifikan pasca penyesuaian harga BBM non-subsidi.
Sahidin (79), pemilik usaha rental mobil di Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, mengatakan kenaikan harga BBM belum berdampak langsung terhadap bisnisnya.
Menurutnya, sejak awal skema usaha rental memang dirancang agar biaya bahan bakar menjadi tanggung jawab penyewa.
"Untuk sekarang belum terasa. Usaha masih jalan, yang merental masih ada," ujarnya.
Pihaknya hanya menyediakan unit kendaraan dalam kondisi siap pakai.
Soal jenis dan konsumsi BBM, sepenuhnya diserahkan kepada pelanggan.
“Kami ini penyedia fasilitas. BBM itu urusan penyewa, jadi kenaikan harga belum memukul usaha,” kata Sahidin.
Meski demikian, Sahidin tetap mencermati perkembangan ke depan.
Dia tidak menutup kemungkinan melakukan penyesuaian kebijakan jika lonjakan harga BBM terus berlanjut dan berdampak pada daya beli pelanggan.
“Kalau ke depan ada pengaruhnya, pasti terasa. Tapi sekarang masih aman,” ujarnya.
Untuk tarif, Sahidin mematok harga sewa Rp300 ribu per hari untuk penggunaan dalam daerah.
Sementara perjalanan luar daerah diberlakukan sistem negosiasi, menyesuaikan jarak dan kebutuhan konsumen.
“Khusus luar daerah, biasanya dibicarakan dulu,” jelasnya.
Strategi serupa juga diterapkan Sari, pengusaha rental lain di Muara Bulian.
Dia menilai, pemisahan biaya BBM dan sewa menjadi faktor utama yang membuat bisnis rental relatif tahan terhadap kenaikan harga BBM non-subsidi.
“Masih normal dan lancar. Belum ada dampak berarti,” katanya singkat.
Menurut Sari, pelanggan rental memiliki kebebasan menentukan jenis BBM yang digunakan.
Hal ini membuat pengusaha rental tidak ikut menanggung risiko fluktuasi harga bahan bakar.
“Biasanya tergantung penyewa, mau pakai BBM jenis apa,” tuturnya.
Saat ini, kata dia, mayoritas pelanggan masih berasal dari dalam daerah. Lonjakan permintaan biasanya baru terasa saat libur panjang atau hari besar.
“Kalau sekarang masih lokal. Ramai biasanya pas liburan panjang,” ujarnya.
Di luar usaha rental, Sari juga menjual BBM eceran. Untuk saat ini, ia masih menjual Pertalite di kisaran Rp12 ribu per liter dan belum menaikkan harga.
“Masih harga lama. Kalau nanti naik signifikan, baru kami pertimbangkan. Tapi tetap melihat kondisi masyarakat,” katanya.
Ia berharap harga BBM ke depan bisa kembali stabil, mengingat tekanan ekonomi yang tengah dirasakan masyarakat.
“Sekarang penghasilan orang juga lagi sulit. Semoga harga bisa stabil lagi,” pungkasnya.
Apakah mereka akan mengganti mobil rentalnya ke BBM bensin?
"Belum ada rencana itu," ujarnya. (Tribun Jambi/Khusnul Khotimah)
Baca juga: 4 Fakta Penampilan Justin Bieber di Coachella Minggu Kedua, Billie Eilish Jadi Fans Beruntung
Baca juga: Peringatan Dini Jambi untuk 31 Kecamatan, BMKG Prakirakan Cuaca Buruk