TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Sosiologi Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan kegiatan pemberdayaan bagi komunitas nelayan di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang, Makassar, Minggu (19/4/2026).
PkM Sosiologi UNM ini mengusung tema 'Optimalisasi Modal Sosial dan Pemanfaatan Teknologi Penangkapan Ikan' bekerja sama dengan Kelompok Nelayan Sipakainga.
Kegiatan tersebut digagas Dosen Sosiologi UNM yang terdiri dari Dr. Idham Irwansyah Idrus, S.Sos., M.Pd., bersama Ulfa Utami Mappe, S.Sos., M.Si., dan Muhammad Alkhahfi Ahmad, S.Sos., M.Si., sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas masyarakat pesisir dan kepulauan.
Dalam pelaksanaannya, tim mengidentifikasi bahwa masyarakat nelayan di wilayah pesisir memiliki modal sosial yang kuat, seperti solidaritas, kepercayaan, dan jaringan sosial.
Modal ini selama ini berperan penting dalam menjaga stabilitas sosial.
Namun, jika dikelola dan dioptimalkan secara lebih strategis, modal sosial tersebut juga berpotensi menjadi penggerak peningkatan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, nelayan di wilayah kepulauan menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Dr. Idham Irwansyah menjelaskan bahwa kondisi wilayah tangkap yang terbuka, ketidakpastian cuaca, serta dampak perubahan iklim menjadi faktor utama yang memengaruhi keberlanjutan penghidupan nelayan.
“Modal sosial yang dimiliki terbukti mampu membuat mereka bertahan. Namun, perlu dioptimalkan agar dapat bertransformasi menjadi modal ekonomi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan,” ujarnya.
Selain penguatan modal sosial, tim juga menekankan pentingnya mempertahankan metode penangkapan berbasis pengetahuan tradisional yang telah terbukti ramah lingkungan.
Baca juga: Kuliah Lapang di Pulau Barrang Lompo, Mahasiswa Sosiologi UNM Gelar Aksi Bersih
Meski demikian, pendekatan tersebut perlu dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi modern guna meningkatkan efektivitas dan hasil tangkapan.
Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui metode sosialisasi berupa penyuluhan dan pelatihan yang diikuti oleh 16 peserta dari kelompok nelayan setempat.
Materi yang diberikan mencakup penguatan kapasitas sosial serta pemanfaatan teknologi dalam aktivitas penangkapan ikan.
Sebagai bentuk dukungan konkret, tim pengabdian juga menyerahkan tiga unit alat bantu penangkapan ikan berupa fishfinder merek Garmin kepada Kelompok Nelayan Sipakainga.
Teknologi ini diharapkan dapat membantu nelayan dalam mendeteksi keberadaan ikan, menentukan lokasi tangkap, serta meningkatkan efisiensi melaut.
Ketua Kelompok Nelayan Sipakainga, Edi Kukang, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
Baca juga: Lab Sosiologi FISIP Unhas Gembleng Mahasiswa Menulis Opini Melalui 3 Keterampilan Utama
Ia menilai program ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga bantuan teknologi yang sangat dibutuhkan oleh nelayan kecil.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kegiatan ini. Fishfinder ini akan sangat bermanfaat bagi kami, karena dapat membantu mengetahui lokasi ikan atau cumi-cumi, menandai area tangkap, sekaligus menjadi penunjuk arah,” ucapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas nelayan baik dari aspek sosial maupun teknologi, sehingga mampu menghadapi tantangan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir.(*)