Gubernur Sulut YSK Nonton Film Songko Bersama Warga
Glendi Manengal April 19, 2026 09:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur Sulut Yulius Selvanus (YSK) turut menyaksikan Gala Premiere film Songko di Studio XXI Mantos 3, Manado, Sulut, Minggu (19/4/2026) malam.

Amatan Tribunmanado.com, YSK tiba setengah jam sebelum pemutaran film pada pukul 19.30 Wita. 

Ia terlihat antusias. Sekaligus penasaran dengan film nasional yang mengangkat mitos di Sulawesi Utara tersebut. 

Sambil berjalan, Yulius nampak bercakap - cakap dengan sutradara film tersebut. 

Cakap cakap sambung saat Yulius duduk di Cafe XXI sembari menanti pemutaran film. 

Selama ini YSK dikenal sebagai politisi yang begitu peduli dengan produk budaya Sulut. 

Gubernur Sulut nonton film songko
NONTON - Gubernur Sulut Yulius Selvanus (YSK) turut nonton Gala Premiere film Songko di Studio XXI Mantos 3, Manado, Sulut, Minggu (19/4/2026) malam. Film nasional ini mengangkat mitos di Sulawesi Utara

Warga yang juga antusias menanti film itu, terkejut sekaligus kagum dengan hadirnya YSK. 

Munculnya YSK adalah kejutan yang menggembirakan bagi warga. 

Mereka senang dapat menyaksikan film dengan latar Sulut tersebut bersama sang Gubernur. 

"Wah asyik bila pak YSK turut nonton bersama kami," kata Ali seorang warga. 

Saat waktu pemutaran dimulai, YSK bergegas ke studio. 

Turut bersamanya sejumlah pejabat Pemprov Sulut. 

Tampak pula akademisi, politisi serta anggota DPRD. 

Membludaknya penonton yang diundang membuat bioskop penuh dalam sekejab. 

Bahkan banyak penonton yang tak bisa masuk ke dalam studio. 

Gubernur Sulut Yulius Selvanus turut nonton Gala Premiere film Songko
NONTON - Gubernur Sulut Yulius Selvanus (YSK) turut nonton Gala Premiere film Songko di Studio XXI Mantos 3, Manado, Sulut, Minggu (19/4/2026) malam.

Tentang Film Horor Songko

Kesan Film horor terkesan bikin takut masih melekat. 

Karena itulah, Eksekutif Produser Santara, Whisnu Baker ingin menutup kesan itu dan menghadirkan film horor rasa baru. 

Ia menegaskan sejak awal film ini dirancang bukan sekadar sebagai film horor, melainkan juga untuk memperkenalkan legenda dan kebudayaan setempat melalui medium sinema dengan pendekatan yang matang.

Film Songko diangkat dari legenda masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara, yang selama ini hidup dan berkembang dari mulut ke mulut.

Kini, dalam bentuk film, kisah ini diawalai mulai dari riset budaya, pemilihan lokasi, hingga keterlibatan talenta lokal, seluruh proses dilakukan untuk menjaga keaslian cerita.

"Kami percaya bahwa cerita daerah di Indonesia punya kekuatan yang luar biasa. Lewat Songko, kami ingin menunjukkan bahwa horor bisa menjadi medium untuk mengangkat identitas budaya, bukan hanya sekadar hiburan," kata Whisnu kepada awak media di Jakarta, baru-baru ini.

Film horor Songko yang mengankat cerita mitos dari Sulawesi Utara
FILM SONGKO - Suasana saat jumpa pers film horor Songko yang mengankat cerita mitos dari Sulawesi Utara.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut merupakan bentuk komitmen untuk menghadirkan cerita yang autentik.

"Dengan melibatkan talenta lokal dan melakukan riset langsung ke masyarakat, kami ingin memastikan cerita yang kami bawa tetap punya akar yang kuat," ujarnya.

"Harapannya, penonton tidak hanya merasa takut, tapi juga merasa terhubung dengan cerita tersebut," lanjut Whisnu.

Di media sosial, warganet mengapresiasi pendekatan berbeda yang diambil oleh film ini. Salah satunya menyoroti kekuatan horor lokal serta kualitas sinematografinya.

Tak sedikit pula yang berharap Songko dapat membuka jalan bagi cerita-cerita daerah lain untuk diangkat ke layar lebar.

Film ini berlatar 1986 di sebuah desa di Tomohon, tanah Minahasa, yang dilanda teror hingga membuat warganya hidup dalam ketakutan.

Film Songko diangkat dari legenda masyarakat Minahasa, Sabtu (18/4/2026).

Perempuan-perempuan muda ditemukan tewas secara tragis satu per satu tanpa sebab yang jelas. 

Masyarakat desa mulai meyakini bahwa kematian tersebut bukanlah peristiwa biasa.

Mereka percaya desa mereka didatangi oleh Songko, sosok misterius yang diyakini memburu darah suci perempuan muda demi meraih keabadian.

Rasa takut perlahan berubah menjadi kecurigaan. Tuduhan mulai bermunculan dan akhirnya mengarah pada keluarga Mikha.
Helsye, ibu kandung Lina sekaligus ibu tiri Mikha, dituding sebagai pihak yang memanggil Songko ke desa tersebut.

Ketika ketakutan berubah menjadi amarah, perpecahan pun tak terhindarkan. Hubungan antarwarga retak, kepercayaan runtuh, dan konflik pun pecah.

Namun, teror sesungguhnya belum mencapai puncaknya. Songko tak hanya memburu korban, tetapi juga membawa malapetaka bagi siapa saja yang berada di sekitarnya.

Dibintangi oleh Annette Edoarda, Imelda Therinne, Fergie Brittany, Tegar Satria, dan Khiva Iskak, film Songko dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 23 April 2026. (Art) 

(TribunManado.co.id/Crz)

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.