Sosok Jemaah Haji Termuda dan Tertua 2026 di Jawa Tengah, Terpaut Usia 80 Tahun
Facundo Chrysnha Pradipha April 19, 2026 09:33 PM

TRIBUNNEWS.COM - Dalam penyelenggaraan haji 2026 dari Jawa Tengah (Jateng), terdapat dua jemaah haji spesial karena menjadi jemaah haji tertua dan termuda.

Mereka terpaut usia 80 tahun.

Jemaah haji termuda asal Jateng tercatat atas nama Kyra Talita Sakhi yang lahir pada November 2012.

Warga Desa Kaponan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang ini akan menunaikan ibadah haji saat usianya akan menginjak angka 13 tahun 5 bulan.

Sementara jemaah haji tertua asal Jateng adalah Dalimin Harjo Sumarto. 

Warga Desa Kupang, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten tetap bersemangat menyempurnakan Rukun Islam di usia 94 tahun.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) 2026, Dalimin lahir pada Maret 1932.

"Termuda atas nama Kyra Talita Sakhi, sedangkan yang tertua atas nama Dalimin Harjo Sumarto," kata Kepala Bidang Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jawa Tengah, Abdul Jalil ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat (17/6/2026).

Abdul Jalil mengatakan, Dalimin akan tergabung dalam Kloter 61 SOC. Kemudian, ia dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Donohudan, Boyolali pada 11 Mei 2026 lalu terbang ke Arab Saudi pada 12 Mei 2026.

Baca juga: Kemenhaj Pastikan Keberangkatan Haji 2026 Tepat Waktu, Ini Jadwal dan Kesiapannya

Diimbau Luruskan Niat

Menjelang keberangkatan kloter pertama jemaah haji Jateng pada Rabu, 22 April 2026, Abdul Jalil mengimbau para jemaah untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental.

Ia juga meminta agar para jemaah haji menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. 

"Dengan tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan, mari kita luruskan niat agar ibadah menjadi lebih tenang, aman, nyaman, nikmat, dan mabrur. Jaga kesehatan, jaga hati dan pikiranm, fokus ibadah lillahita'ala," ungkapnya.

Diketahui, Jateng akan memberangkatkan sebanyak 34.122 jemaah haji melalui Embarkasi Solo dan Yogyakarta pada musim haji 2026.

Mereka terbagi dalam 96 kelompok terbang (kloter). Rinciannya, 81 kloter diberangkatkan dari Embarkasi Solo dan 15 kloter dari Embarkasi Yogyakarta.

Hal ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya di mana seluruh jemaah haji asal Jateng berangkat dari Embarkasi Solo.

Jemaah haji yang akan berangkat melalui Embarkasi Yogyakarta adalah jemaah haji yang tinggal di Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Kota Magelang.

Sementara jemaah haji dari wilayah Pantura, Banyumas dan sekitarnya, serta Solo Raya akan berangkat dari Embarkasi Solo.

Di antaranya, Kabupaten dan Kota Tegal, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Batang, Semarang, Pati, Banyumas, Solo, Karanganyar, Sukoharjo, Wonogiri, Klaten, Boyolali, dan Sragen.

"Proses keberangkatan jemaah akan memakan waktu sebulan," kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj Provinsi Jateng, Fitriyanto, dikutip dari TribunBanyumas.com.

Fitriyanto juga mengatakan, persiapan pemberangkatan haji 2026 dari Jawa Tengah sudah mencapai 95 persen.

Kloter pertama dari Jateng akan berangkat pada Selasa, 21 April 2026 dari Kabupaten Tegal.

"Kami berangkat dulu dari wilayah Pantura, yakni Kabupaten Tegal pada Kloter Pertama," jelasnya.

Mengenai situasi Timur Tengah, Fitri mengungkap, masih dalam kondisi aman.

Ia meminta para jemaah tidak khawatir karena pemerintah Arab Saudi juga menjamin keamanan wilayah tersebut. 

Pihaknya juga telah menyiapkan langkah mitigasi semisal ada perubahan situasi di Timur Tengah.

"Sejauh ini, kondisi aman, jadi kami akan berangkatkan jemaah sesuai jadwal," katanya.

(Tribunnews.com/Sri Juliati)(TribunBanyumas.com/iwan Arifianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.