Berdayakan Tetangga, Intip Kisah Sukses Ternak Ayam Kampung ASN Pemprov Banten Ini di Hari Libur
Wawan Perdana April 19, 2026 10:07 PM

Laporan wartawan TribunBanten.com, Misbahudin 

TRIBUNBANTEN.COM,LEBAK-Kuncoro, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, memanfaatkan waktu luang di hari libur dengan menggeluti usaha ternak ayam kampung.

Wartawan Tribunbanten.com berkesempatan melihat langsung usaha tersebut di Kampung Cilaki, Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Pantauan di lokasi, Kuncoro terlihat tengah asik memberikan pakan ayam kampung yang dipeliharanya tersebut. 

Lahan yang digunakan untuk ternak ayam seluas 100 meter persegi, tepat berada di belakang rumah warga. 

Pria kelahiran 1979 sekarang ini menjabat sebagai Kasi Operasi dan Pemeliharaan di UPTD Cibaliung-Cisawarna Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Banten. 

Kuncoro mengungkapkan, motivasi dirinya berternak ayam kampung untuk mengisi kekosongan waktu di hari libur bekerja dan memanfaatkan lahan yang ada. 

Terlebih, kata dia, terdapat nilai ekonomis yang bisa menambah pemasukan keluarganya. 

Bahkan, warga yang setempat yang tidak memiliki kesibukan di lingkungannya juga bisa ikut membantu mengurusi ternak ayam milikinya tersebut. 

"Awalnya iseng-iseng, tapi alhamdulillah ada nilai ekonomisnya, warga juga bisa bekerja dua orang ikut bantu-bantu ternak ayam di sini," ujar pria 47 ini saat ditemui di kediamannya, Minggu (19/4/2026). 

Ia mulai menggeluti usaha ternak ayam kampung baru lima bulan. 

"Ada kali lima bulan mah. Ini udah dua kali panen, ini periode ketiga, 400 ekor," katanya. 

Ayam yang ia ternak dari ukuran anakan atau Day Old Chiken (DOC) dengan jarak waktu bisa dijual 2 sampai 3 bulan. 

"Jarak dari DOC, ukuran 2 sampai 3 bulan udah bisa dijual. Lumayan bisa dapat untung Rp20-Rp30 ribu perekor," katanya. 

"Kemarin juga kita panen pertama dari 100 ekor, alhamdulillah dapat Rp6 juta," tambahnya. 

Menurutnya, modal membuat kandang ayam terbilang sederhana, hanya menggunakan bahan babu dan terpal. 

Baca juga: Perjuangan Pak Bewok, Memulai dari Modal Rp500 Ribu, Kini Berjaya Jadi Juragan Tempe di Tangsel

Bahkan, pakan ayam yang ia berikan tidak hanya bergantung dari pakan pasar, melainkan bisa menggunakan limbah bekas Makan Bergizi Gratis (MBG). 

"Jadi seadanya bahan-bahan juga. Pakan kita minta bekas limbah MBG, alhamdulillah itu juga membantu," ujarnya. 

Ia juga mengajak kepada ASN yang lain, agar bisa ikut serta mencari pemasukan tambahan di hari libur bekerja. 

"Berharap yang profesi sama dengan saya, lumayan Sabtu Minggu, kita manfaatkan untuk mencari nilai tambah gaji," ucapnya. 

"Apalagi BBM sekarang naik, jadi kita harus pinter-pinter. Tambah lagi bisa berdampak ke masyakarat setempat," tambahnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.