Polisi Jelaskan Alasan Jaga Kantor Pemenang Tender Motor Listrik Makan Gratis di Jakbar
Acos Abdul Qodir April 19, 2026 11:19 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Polsek Grogol Petamburan memberikan penjelasan terkait keberadaan puluhan personel kepolisian yang berjaga di kantor PT Yasa Artha Trimanunggal, Jakarta Barat, pada Jumat lalu (10/4/2026).

Perusahaan tersebut tengah menjadi sorotan publik setelah ditetapkan sebagai penyedia sepeda motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kapolsek Grogol Petamburan, AKP Reza Aditya, menegaskan bahwa kehadiran anggota di lokasi tersebut murni untuk melakukan pengamanan terkait adanya rencana aksi unjuk rasa dari kelompok yang mengatasnamakan Koalisi Mahasiswa Hukum Nusantara.

Ia menampik anggapan bahwa kepolisian melakukan penjagaan eksklusif terhadap perusahaan tersebut.

Reza juga mengklarifikasi mengenai visual yang beredar luas di media sosial, termasuk unggahan yang menampilkan personel kepolisian berjaga dengan senjata lengkap di depan kantor tersebut.

Ia menduga visual itu merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

"Saya juga sempat lihat itu di Instagram. Ada yang mengunggah foto, tapi saya rasa itu foto AI. Jadi, ada polisi yang berjaga sambil membawa senjata di sana. Padahal, kita berjaga di sana hanya pada saat hari itu saja karena ada rencana aksi," ujarnya.

Meski personel telah bersiaga sejak pukul 13.00 WIB, massa unjuk rasa tidak kunjung hadir hingga sore hari.

"Massanya tidak hadir. Kita tunggu sampai jam setengah 6 sore (17.30), kita konsolidasi, massanya tetap tidak hadir," tambah Reza.

Baca juga: Disebut Punya 750 Dapur MBG Raup Rp4,5 M Sehari, Uya Kuya Polisikan Akun Medsos

Puluhan Polisi Berjaga 

Pada Jumat (10/4/2026), puluhan anggota polisi berjaga di sekitar kantor PT Yasa Artha Trimanunggal yang beralamat di Jalan Indraloka II No. 1850, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Pantauan Tribunnews.com di lokasi, aparat kepolisian bersama unsur Babinsa sempat melakukan apel sebelum menempati titik pengamanan di area perusahaan. 

Petugas tak berseragam juga terlihat memantau situasi hingga sekitar pukul 15.42 WIB.

Seorang perwira di lapangan, AKP Madi, membenarkan aktivitas tersebut dengan menyatakan singkat, “Ada pengamanan.”

Baca juga: Kajian KPK Terhadap Program MBG: Penentuan Mitra SPPG Rawan Konflik Kepentingan

PT Yasa Artha Trimanunggal diketahui merupakan induk perusahaan dari PT Adlas Sarana Elektrik, yang disebut sebagai pemenang tender penyedia sepeda motor listrik bagi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Perusahaan yang berdiri sejak 2016 ini bergerak di bidang jasa logistik, pengadaan, serta ekspor-impor. Nama perusahaan mencuat setelah viral video puluhan ribu unit motor listrik merek Emmo berlogo BGN di media sosial.

Berdasarkan data pengadaan nasional, motor listrik yang disediakan adalah tipe Emmo JVX GT dengan harga sekitar Rp49,95 juta per unit.

Harga tersebut sudah termasuk pajak, namun statusnya masih off the road (belum termasuk biaya pengurusan surat kendaraan).

Sorotan publik terhadap nilai pengadaan dan proses tender inilah yang diduga memicu rencana aksi massa, meski akhirnya tidak terealisasi di lapangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.