Pintu Selat Hormuz Semakin Rapat, Iran dan Amerika Serikat Tak Temui Kesepakatan
Refly Permana April 19, 2026 11:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Iran menolak membuka kembali Selat Hormuz untuk kapal-kapal komersil berlayar di sana.

Keputusan ini memicu amarah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Berbicara di media sosial, Trump menuduh Iran telah ingkar janji.

“Kami menawarkan kesepakatan yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerimanya karena, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan setiap jembatan di Iran,” katanya dalam unggahan tersebut, mengutip aljazeera.com Minggu (19/4/2026) WIB.

Satu hari sebelum ucapan Trump dikuti, Amerika Serikat sedang melakukan "percakapan yang sangat baik" dengan Iran.

Baca juga: Viral Ceramah Gus Miftah soal Kapal Indonesia Lolos Selat Hormuz Berkat Prabowo, Kena Skakmat

Tetapi, Trump mencatat bahwa Teheran ingin menutup kembali koridor minyak penting tersebut.

"Mereka (Iran) tidak dapat memeras Amerika Serikat dengan langkah seperti itu," tegas Trump.

Keputusan untuk kembali membuka Selat Hormuz dibatalkan Iran pada Sabtu (18/4/2026).

Militer negara tersebut bahkan melepaskan tembakan ke arah sebuah kapal yang mencoba melewati jalur air itu.

Kebijakan ini diambil Iran karena Trump menolak mengkahiri blokadev di Selat Hormuz di tengah gencatan senjata yang disepakati.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa Selat Hormuz tidak akan kembali ke "keadaan sebelumnya", di tengah blokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Komando militer gabungan IRGC mengatakan Amerika Serikat telah “terus melakukan tindakan pembajakan dan pencurian maritim dengan kedok apa yang disebut blokade”.

“Oleh karena itu, kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke keadaan semula, dan jalur air strategis ini sekarang berada di bawah pengelolaan dan kendali ketat oleh angkatan bersenjata,” demikian pernyataan tersebut, yang dikutip oleh stasiun televisi Iran IRIB.

Baca juga: Seperti Apa Blokade Amerika Serikat Terhadap Selat Hormuz? Iran : Republik Islam tak Tinggal Diam

“Hingga Amerika Serikat memulihkan kebebasan navigasi penuh bagi kapal-kapal yang berlayar dari Iran ke tujuan mereka dan kembali, status Selat Hormuz akan tetap dikontrol ketat dan dalam kondisi sebelumnya,” tambah pernyataan itu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.