Menabung Selama 30 Tahun, Pedagang Tempe dari Panjatan Kulon Progo Akhirnya Bisa Naik Haji
Yoseph Hary W April 20, 2026 12:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Ibadah Haji 1447 Hijriah di 2026 Masehi ini menjadi berkah bagi ratusan jemaah dari Kulon Progo. Mereka akhirnya bisa menunaikan Ibadah Haji setelah menanti cukup lama sembari menabung selama bertahun-tahun.

Seperti yang dilakukan oleh Kasidah (75), nenek asal Kalurahan Panjatan, Kapanewon Panjatan, Kulon Progo. Ia menabung selama 30 tahun demi bisa berangkat Haji.

"Saya menabung dari hasil jualan tempe selama kurang lebih 30 tahun," tuturnya ditemui usai Pamitan Jemaah Haji di Aula Adikarta, Kantor Sekretariat Daerah Kulon Progo, Jumat (17/04/2026) lalu.

40 tahun jualan tempe

Kasidah sudah berjualan tempe selama kurang lebih 40 tahun lamanya. Ia berjualan sejak awal menikah hingga kini, saat dikaruniai 4 anak dan 5 cucu.

Ia mengaku berjualan tempe di banyak tempat, seperti Pasar Bendungan Wates, Pasar Kemendung, hingga Pasar Kalurahan Panjatan. Tempe yang dijual adalah Tempe Godong, yang dibungkus dengan daun pisang.

"Saya jual tempenya seharga 12 ribu," kata Kasidah yang kini hidup sendiri setelah ditinggal suami dan anak-anaknya menikah.

Menabung sedikit demi sedikit

Niat naik Haji sudah terbersit dalam pikirannya sejak ia masih berumur 35 tahun. Sejak itu, ia mulai rajin menabung, sedikit demi sedikit, sembari memastikan kebutuhan rumah tangga tetap tercukupi di tengah keterbatasan.

Berawal dari Rp 100,00 tiap hari masuk celengan, Kasidah lalu memutuskan membuka rekening tabungan haji di tahun 2012. Ia pun juga sudah mendaftar untuk berangkat Haji.

Rekening itu terus ia isi setiap 10 hari sekali, dengan nilai Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu dari hasil berjualan tempe. Ia juga berjualan sapu lidi buatan sendiri agar ada penghasilan serta tabungan tambahan.

"Hingga akhirnya saya dipanggil untuk berangkat Haji di 2024, namun malah tertunda," kata Kasidah.

Kesabarannya terbayar

Penundaan terjadi akibat situasi pemulihan dari COVID-19, membuat dirinya harus menunggu lagi. Kesabarannya akhirnya membuahkan hasil, di mana akhirnya ia bisa berangkat Haji di 2026 ini.

Hingga usianya yang lanjut, Kasidah masih terus bekerja untuk bisa memiliki penghasilan sendiri, termasuk untuk biaya Haji. Sebab ia mengaku tidak ingin merepotkan anak-anaknya yang sudah berkeluarga.

"Yang penting saya ada hasil sendiri," ujarnya.

Kasidah pun sudah menyiapkan doa dan harapannya selama di Tanah Suci Makkah nanti. Terutama untuk selalu diberi kesehatan hingga berharap anak hingga cucu turut menyusul agar bisa ikut menunaikan Ibadah Haji.(alx)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.