TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyinggung soal penambahan kursi partainya dan kursi Partai Gerindra pada pemilu legislatif 2029 untuk daerah pemilihan (dapil) Banten.
Kendati berharap mendapat kenaikan kursi, ia menyebut kursi PSI tidak boleh melampaui milik Gerindra.
Hal ini disampaikan Raja Antoni dalam Halal Bihalal DPW PSI Banten, Minggu (19/4/2026).
Acara ini turut dihadiri oleh Gubernur Banten yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Banten, Andra Soni.
“Kita akan naik jadi 200 persen, kalau satu jadi dua, kalau tiga berarti jadi sembilan. Rumusnya cuma satu, tidak boleh melampaui Gerindra. Yang lain kursinya boleh di sunat, yang lain kursinya boleh didiskon, kursi Gerindra harus bertambah seiring dengan penambahan kursi PSI,” kata Raja Antoni.
Pada pemilu lalu PSI mendapatkan kenaikan 200 persen di Banten.
Raja Antoni dan Andra Soni ikut meyakini bahwa pemilu 2029 mendatang, PSI dapat kembali naik 200 persen.
Menurut Raja Antoni, ucapan Andra Soni sebagai bagian dari doa.
“Saya membayangkan nanti di Banten, tadi udah disebutkan oleh pak Andra Soni kalau yang bicara itu gubernur beda dengan obrolan-obrolan di warung kopi, itu adalah doa, niat sekaligus cita-cita atau komitmen dari beliau,” katanya.
Ia menyatakan bahwa sikap PSI tersebut bukan justru menihilkan partai lain, tetapi siap menjadi partner dari partai-partai besar dan senior untuk bersanding bersama demi kemajuan bangsa Indonesia.
“Kita tidak sedang menihilkan partai-partai lain, tentu kita akan menjadi partner partai-partai senior, sama-sama memperbaiki indonesia, dan kita percaya sekali lagi dengan cara berfikir yang baru, dengan praktik politik yang baru, dengan moralitas politik yang baru kita akan dapat merebut hati rakyat dan memastikan sekali lagi, kebijakan yang diambil ketika kader PSI nanti menjadi pemimpin publik akan bertanggung jawab terhadap maksud utama pendirian partai politik itu sendiri,” ungkapnya.
Raja Antoni kemudian mengingatkan kepada para kader PSI Banten bahwa tak ada partai politik yang berhasil tanpa menyiapkan kekuatan infrastruktur.
Satu di antara adalah memperkuat kader-kader di tingkat desa dan kecamatan.
“Tidak ada partai politik yang berhasil tanpa menyiapkan infrastruktur partai yang sehat dan kuat, insyaallah seluruh kecamatan sudah berdiri, di level desa sudah ada sekitar 40 persen. Saya kira dalam dua - tiga bulan ini akan kita tuntaskan perjuangan ini, sehingga nanti kita bisa mulai hangatkan mesin politik kita,” pungkasnya.