Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Aceh Besar
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) memprediksi, cuaca di Aceh Besar dan sejumlah wilayah berpotensi hujan, dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang pada awal pekan, Senin (20/4/2026) dan keesokan harinya.
Prakirawan BMKG, Miftahul Jannah menjelaskan, hujan yang terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat secara tiba-tiba pada sore-malam hari, disebabkan pemanasan intens yang terjadi pada siang hari.
“Peringatan dini, selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama saat berkendara dalam keadaan cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang, banjir dan tanah longsor,” pesan Miftahul kepada Serambi, Minggu (19/4/2026).
Selain Aceh Besar, potensi hujan sedang hingga lebat juga dapat terjadi di Aceh Barat, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Langsa, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Simeulue dan Nagan Raya pada Senin (20/4/2026).
Kondisi yang sama dapat terjadi di daerah Aceh Barat, Abdya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie, Subulussalam, dan Nagan Raya pada Selasa (21/4/2026) esok hari.
Baca juga: VIDEO Aktivitas SPBU di Aceh Besar di Tengah Kenaikan Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Dex
Prakirawan BMKG itu menjelaskan, gelombang Rossby Equatorial dan gelombang Kelvin masih terpantau aktif, belokan angin dan konvergensi terpantau di wilayah Aceh. Selain itu, hangatnya suhu muka laut di Perairan Barat dan Timur Aceh juga dapat meningkatkan potensi penguapan
atau penambahan massa uap air. “Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” ungkap Miftahul.
Di sisi lain, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM juga mencatat, sejumlah titik panas terpantau di Aceh sebagaimana hasil pantauan sensor Satelit Terra, Aqua, Suomi NPP (MODIS) dan NOAA20/VIIRS sejak Sabtu (18/4/2026).
Titik panas itu tersebar di sejumlah kabupaten/kota di antaranya Aceh Selatan, Aceh Timur, dan Subulussalam. “Terdapat sembilan titik panas di wilayah Aceh,” pungkasnya.(*)