POSBELITUNG.CO – Tim gabungan Polres Maluku Tenggara berhasil mengamankan dua pelaku di balik insiden berdarah yang menewaskan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara.
Kedua pelaku diringkus di Bandara Karel Sadsuitubun pada Minggu (19/4/2026).
Kedua tersangka tersebut adalah Hendrikus Rahayaan (HR) alias Hendra dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis.
Penangkapan ini mengonfirmasi keterlibatan Hendrikus, yang dikenal sebagai atlet profesional Mixed Martial Arts (MMA) sekaligus keponakan dari tokoh legendaris, John Kei.
Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengungkapkan bahwa pembunuhan ini dipicu oleh dendam yang berakar dari konflik masa lalu di Jakarta.
"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," jelas AKBP Rian Suhendi.
Peristiwa tragis ini terjadi tepat setelah Nus Kei mendarat dari penerbangan asal Ambon sekitar pukul 11.10 WIT.
Berikut detail kronologinya:
Adapun kedatangan Nus Kei ke Maluku Tenggara sedianya bertujuan untuk menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar yang dijadwalkan pada 22 April 2026.
Sosok Hendrikus Rahayaan menarik perhatian publik karena latar belakangnya sebagai atlet berprestasi yang juga merupakan keluarga dekat John Kei.
Hendrikus Rahayaan lahir di Watran, Kota Tual pada 6 Desember 1997.
Ia sering dijuluki sebagai "Bad Boy From Kei".
Hendrikus mengakui masa mudanya akrab dengan perkelahian jalanan dan tawuran hingga sempat tidak disukai keluarga. Ia kemudian memutuskan untuk mengalihkan agresivitasnya menjadi prestasi di ring profesional.
Karier MMA
Dilatih oleh kakeknya sendiri dalam disiplin Muay Thai, Wushu, dan Tinju, Hendrikus sukses menembus kelas bantam One Pride MMA.
Ia sempat mencatatkan kemenangan TKO hanya dalam waktu 22 detik melawan M. Ricky Syahputra dan mengalahkan Boido Simanjuntak pada ronde ketiga. (Tribun Sumsel/ Bangkapos.com)