Jelang Operasional Haji 2026, Petugas Haji Bandara Diminta Ekstra Cepat Melayani Jemaah
Muh Hasim Arfah April 20, 2026 01:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, MADINAH — Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menegaskan pentingnya peran petugas dalam memberikan rasa aman dan pelayanan cepat bagi jemaah haji Indonesia setibanya di Bandara Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan arahan kepada petugas di Hotel Daker Bandara, Kota Madinah, Arab Saudi, Minggu (19/4/2026). 

“Keberadaan kita penting untuk jemaah, terutama untuk memberikan rasa aman. Kita ini pendatang, sementara pengawasan di bandara Madinah cukup ketat,” ujar Abdul Basir.

Ia menekankan bahwa seluruh petugas harus tetap berada dalam kendali otoritas setempat, namun tetap dituntut fleksibel dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Ada beberapa hal yang memang harus kita fleksibel. Namun prinsipnya, kita tetap mengikuti aturan yang berlaku di sini,” lanjutnya.

Abdul Basir juga menyoroti pentingnya kecepatan layanan, terutama pada proses fast track yang kini menjadi fokus utama.

Baca juga: Didominasi Lansia, 626 Jemaah Calon Haji Maros Diberangkatkan dalam 10 Kloter

“Semuanya harus serba cepat, apalagi fast track. Kita tahu data jemaah kita, tapi mereka juga punya data bandara secara keseluruhan. Jadi kita dituntut untuk memberikan layanan yang ekstra cepat dan tepat,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa satu kelompok terbang (kloter) dapat tersebar di dua hingga tiga hotel, sehingga koordinasi data dengan pihak Madinah menjadi krusial.

“Yang perlu diperhatikan, satu kloter bisa beda dua sampai tiga hotel. Maka kita harus aktif meminta data ke Madinah agar pelayanan tetap optimal,” katanya.

Untuk mendukung mobilitas jemaah, fasilitas seperti mobil golf, payung, dan kursi roda juga harus dipastikan tersedia, khususnya di area terminal haji dan fast track.

“Mobil golf sudah ada di terminal haji. Untuk fast track, kita butuh payung dan kursi roda yang cukup,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembagian tim akan dilakukan apabila telah mendapatkan izin dari Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi.

“Kalau izin sudah diberikan, kita akan bagi menjadi dua sampai empat tim untuk melakukan visit ke bandara,” jelasnya.

Adapun penugasan di bandara Madinah dibagi ke dalam empat titik utama, yakni terminal haji, area fast track, gate internasional, dan terminal zero.

“Penugasan ada di empat titik, dengan konsentrasi terbesar di fast track, sekitar 60 persen, terutama untuk jemaah dari embarkasi Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar,” pungkasnya.

Abdul mengingatkan seluruh petugas untuk menjaga kekompakan, disiplin, dan niat pelayanan selama bertugas.

“Layani jemaah dengan sepenuh hati, jaga koordinasi, dan tetap solid di lapangan. Kita hadir di sini untuk memastikan jemaah merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik sejak pertama kali tiba,” tutupnya.(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.