Anak Joko Azan di Tepi Liang Lahat saat Pemakaman Korban Heli di Klaten
M Syofri Kurniawan April 20, 2026 07:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, KLATEN - Pemakaman korban kecelakaan helikopter PK-CFX, Joko Catur Prasetyo Sulistyo Wibowo (45), berlangsung haru di Klaten, pada Sabtu (18/4/2026) malam.

Joko merupakan salah satu korban helikopter Airbus H130 yang jatuh di Sekadau, Kalimantan Barat, menewaskan 8 orang termasuk pilot dan penumpang.

Momen mengharukan terjadi saat anak pertama Joko mengumandangkan azan di tepi liang lahat sebelum jenazah ditutup dengan tanah.

Prosesi berlangsung khidmat, diiringi doa dari para pelayat yang hadir.

Prosesi pemakaman Joko berlangsung di Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, pada Sabtu malam.

Jenazah dimakamkan sekitar pukul 19.28 WIB di lokasi yang tidak jauh dari rumah duka, Perumahan Glodogan Indah, Desa Glodogan, Klaten Selatan.

Suasana duka menyelimuti prosesi pemakaman yang dihadiri keluarga, kerabat, serta warga sekitar.

Keluarga tampak tegar melepas kepergian korban yang meninggal dalam insiden nahas di Kalimantan Barat. 

Dalam prosesi tersebut, ibu almarhum, Tatik Sriwahyu Ningsih, terlihat tegar.

Begitu juga istri almarhum, Susi Susanti, serta ketiga anaknya. 

Setelah pemakaman, keluarga dan pelayat turut melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum.

Joko merupakan salah satu korban kecelakaan helikopter dengan kode registrasi PK-CFX, pada Kamis (16/4/2026).

Helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak di wilayah pedalaman Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Insiden kecelakaan terjadi saat helikopter tersebut tengah menjalankan operasional untuk KPN Plantations.

Helikopter jenis Airbus H130 tipe H-130T2 itu mengangkut delapan orang.

Seluruh penumpang dan kru dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Delapan korban terdiri atas Capt Marindra W (pilot), Harun Arasyd (co-pilot), serta enam penumpang lainnya, yakni Joko Catur Prasetyo Sulistyo Wibowo, Patrick, Victor Tan, Charles, Fauzie, dan Sugito.

Salah satu penumpang, Victor Tan (Tan Keng Liam), merupakan Chief Operating Officer (COO) KPN Plantations.

Karangan bunga 

Sebelumnya, pada Sabtu siang, pelayat memadati rumah duka di Gang Wira Bhakti V, RT 09 RW 07, Perumahan Glodogan Indah, Desa Glodogan, Klaten Selatan.

Karangan bunga ucapan duka cita juga terlihat berjejer di sekitar rumah duka. 

Ketua RW setempat, Slamet Riyadi mengatakan, Joko memang berasal dari Klaten, tetapi dia menetap di Pontianak, Kalimantan Barat, bersama ke keluarganya.

“Paling ke sini (pulang ke Klaten) setahun sekali saat Lebaran. Kemarin waktu ibunya sakit dia pulang, cuma satu hari, terus besoknya pulang lagi,” ujar Slamet.

“(Terakhir pulang) Lebaran kemarin,” imbuhnya.

Joko diketahui sedang dalam kegiatan kerja saat mengalami kecelakaan tersebut.

Ia merupakan Plantation Head di KPN Plantations, salah satu perusahaan yang bergerak di sektor pertanian kelapa sawit.

Slamet mengatakan, Joko belum lama bekerja di perusahaan tersebut.

“(Terakhir kerja) Di PT KPN, dia pindah dari PT BGA (Bumitama Gunajaya Agro—Red). Di KPN sekitar satu tahun, sebelumnya lama di BGA,” ujarnya. 

Jenazah tiba di rumah duka, Perumahan Glodogan Indah, pada Sabtu pukul 18.29, setelah menempuh perjalanan darat dari Bandara YIA Kulonprogo, Yogyakarta.

Begitu diturunkan di rumah duka, isak tangis keluarga pecah.

Jenazah Joko terbungkus rapat di peti disalatkan dua kali di rumah duka oleh kerabat.

Setelah upacara sejenak, jenazah dibawa ke Masjid Fajar Indah di Perum Glodogan Indah untuk disalatkan warga.

Jenazah kemudian dibawa ke pemakaman Glodogan sekitar 200 meter dari masjid untuk dikebumikan. (Tribunsolo.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.