Warga Tanahlaut Harap Gema Darling Tak Sekadar Seremoni, Remaja Disiapkan Jadi Agen Lingkungan
Ratino Taufik April 20, 2026 08:47 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Harapan besar disuarakan warga pascapeluncuran Gerakan Remaja Sadar Lingkungan (Gema Daling) Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan.

Launching gerakan tersebut diharapkan tak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu menjadi gerakan berkelanjutan yang benar-benar mengubah perilaku masyarakat, terutama generasi muda.

Devina Sari, warga Pelaihari, mengaku optimistis program tersebut mampu membentuk kebiasaan baik sejak dini jika dijalankan secara konsisten.

“Semoga anak-anak muda benar-benar tergerak. Kalau dari sekarang dibiasakan peduli lingkungan, ke depan daerah kita pasti lebih bersih dan sehat,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Hal senada disampaikan Naufal, warga Kecamatan Panyipatan. Ia berharap program tersebut terus dilanjutkan hingga menyentuh sekolah dan lingkungan masyarakat secara luas.

“Jangan berhenti saat launching saja. Harapannya ada kegiatan rutin di sekolah maupun di desa supaya dampaknya terasa,” harapnya.

Peluncuran Gema Darling Tala digelar di Pantai Batakan Baru, Kecamatan Panyipatan, Minggu kemarin. Kegiatannya dirangkai dengan jalan sehat, senam bersama, peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54, serta Hari Kartini ke-147. 

Baca juga: Perjalanan Dakwah Aipda Rieswan Anggota Polres HSS di Meratus, Berawal Cerita dari Para Dai

Ketua TP PKK Tala Hj Dian Rahmat Trianto menerangkan program ini secara khusus menyasar kalangan remaja karena dinilai sebagai fase paling efektif untuk membentuk kesadaran lingkungan.

Ia menuturkan anak usia SMP hingga SMA masih sangat mudah dibentuk dan diedukasi. "Kami ingin mereka menjadi agen perubahan, minimal di keluarga hingga lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, para peserta langsung dilibatkan dalam aksi bersih-bersih Pantai Batakan Baru. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa perubahan besar bisa dimulai dari tindakan sederhana.

Hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, kata Hj Dian, harus menjadi kebiasaan bersama. Tempat umum adalah tanggung jawab semua pihak.

Ke depan, para pelajar yang terlibat akan mendapatkan edukasi dan pendampingan berkelanjutan agar mampu menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan informasi penting kepada masyarakat.

Momentum Hari Kartini juga dimanfaatkan untuk mendekatkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi muda, khususnya Gen Z yang dinilai mulai mengalami kesenjangan informasi.

“Kita ingin generasi sekarang lebih mengenal dan meneruskan semangat Kartini melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan nyata,” tambahnya.

Bupati Tala H Rahmat Trianto yang me-launching Gema Darling Tala, menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan tersebut. 

Ia menilai kegiatan ini bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan melakukan aksi positif bersama.

Orang nomor satu di Tala ini bahkan menegaskan rencana pemerintahannya memperluas gerakan sadar lingkungan dengan melibatkan seluruh sekolah di wilayah Panyipatan.

“Ke depan kita libatkan semua sekolah, SMP, SMA, hingga pesantren untuk menggerakkan kesadaran lingkungan secara lebih luas,” tegasnya.

Kegiatan tersebut merupakan inisiasi Ketua TP PKK Tala berkolaborasi dengan DP3AP2KB serta didukung berbagai instansi seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perkim LH, Dispora, Dispar, Satpol PP dan Damkar, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), hingga sektor swasta.

Rangkaian kegiatan juga diisi layanan kesehatan gratis, edukasi penanganan kebakaran rumah tangga, serta partisipasi pelajar dari sejumlah sekolah di Kecamatan Panyipatan.

Dengan dukungan masyarakat dan kolaborasi lintas sektor, Gema Darling Tala diharapkan menjadi gerakan nyata yang terus tumbuh dan memberi dampak bagi lingkungan di Tanahlaut.
(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.