Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah, dan Luluul Isnainiyah
SURYAMALANG.COM, MALANG - Kemenangan meyakinkan Arema FC atas Persis Solo di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang tidak hanya meninggalkan kesan mendalam bagi Milomir Seslija, tetapi juga catatan penting bagi pihak kepolisian.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija secara terbuka memuji kualitas Singo Edan yang dinilainya layak menduduki posisi lima besar klasemen, meski saat ini masih berjuang di papan tengah.
Namun, di balik gemilangnya performa di lapangan, Polres Malang terpaksa mengamankan 33 botol minuman keras serta 54 suporter dalam operasi ketat di Ring 4 sekitar stadion sebagai upaya menjaga kondusivitas dan keamanan laga.
Berikut ulasan selengkapnya:
Persis Solo kalah 2-0 saat dijamu Arema FC di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (18/4/2026).
Kekalahan ini membuat rekor tak terkalahkan mereka dalam delapan laga beruntun harus sirna di markas Arema FC pada pekan 28 Super League 2025/2026.
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menyebut laga kontra Singo Edan sebagai salah satu penampilan terburuk timnya sepanjang musim ini.
Sejak awal, pelatih yang akrab disapa Milo ini, mengakui sudah memprediksi pertandingan tidak akan berjalan mudah.
Bermain di kandang Arema FC selalu menghadirkan tekanan tersendiri bagi tim tamu.
"Kami tahu bahwa ketika datang ke kandang Arema, ini bukan laga yang mudah karena Arema adalah tim yang kuat," ucapnya.
Akan tetapi yang membuat Milo paling kecewa adalah performa anak asuhnya yang jauh dari harapan.
Milo menilai, Persis Solo terlalu banyak melakukan kesalahan elementer yang justru dimanfaatkan dengan baik oleh Arema FC.
"Ini mungkin salah satu game terburuk yang pernah kami lakoni musim ini," tegasnya.
Milo yang juga pernah menukangi Arema FC itu menganggap, Singo Edan layak meraih kemenangan dalam pertandingan tersebut.
Bahkan, Milo menilai posisi Arema FC di papan tengah klasemen saat ini tidak mencerminkan kualitas permainan mereka.
"Arema pantas mendapatkan hasil ini. Klasemen mereka sekarang tidak mencerminkan performa sebenarnya. Mereka seharusnya bisa berada di lima besar," ungkapnya.
Baca juga: Babak Pertama Arema FC Vs Persis Solo 1-0, Gabriel Silva Bawa Singo Edan Unggul
Dalam pertandingan itu, Persis dinilai gagal memaksimalkan penguasaan bola.
Meski cukup dominan dalam hal sentuhan, efektivitas di lini depan menjadi masalah utama.
Selain itu, dua kesalahan krusial pemain Persis Solo menjadi titik balik yang dimanfaatkan Arema FC untuk mencetak gol.
"Kami sudah tahu mereka akan memanfaatkan kesalahan, dan kami membuat dua kesalahan, bahkan mungkin lebih," tandasnya.
Di sisi lain, laga antara Arema FC vs Persis Solo tercoreng lantaran Polres Malang menemukan 33 botol minuman keras (miras) dari kalangan suporter.
Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya untuk menjaga kondusivitas, keamanan, serta keselamatan selama pertandingan berlangsung.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, sebelum pertandingan pihak kepolisian melakukan pengamanan tambahan.
Pengamanan tambahan dilakukan di ring empat sekitar Stadion Kanjuruhan, tepatnya simpang empat Yonzipur 5/Arati Bhaya Wighina (ABW), serta di simpang empat Desa Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.
Baca juga: Arema FC Menang Telak di Kanjuruhan, Kalahkan Persis Solo Lewat 2 Gol Gabriel Silva
Bersama dengan Presidium Aremania, petugas mengecek dan memeriksa kendaraan dari calon penonton, dan hasilnya petugas mengamankan 33 botol minuman beralkohol dari 54 calon penonton dengan total sepeda motor 28 unit.
Dari 54 penonton, 27 di antaranya berasal dari beberapa wilayah di Kabupaten Malang, 19 di antaranya dari Kota Malang, empat orang dari Kota Batu, dua orang dari Kabupaten Kediri, dan dua orang dari Kabupaten Blitar.
Taat menyebutkan, barang bukti beserta 54 suporter telah diamankan di Polres Malang, namun untuk tindakan selanjutnya seperti pembinaan lebih lanjut, pihak kepolisian akan berdiskusi dengan Presidium Aremania.
Terkait pengamanan tambahan, Taat menyebutkan tindakan serupa juga telah dilakukan pada laga sebelumnya, namun pelaksanaannya dilakukan di ring dua.
Khusus pertandingan melawan Persis Solo, pengamanan tambahan dilakukan lebih ketat di ring tiga dan ring empat.
"Skema ini akan terus kami lakukan di pertandingan-pertandingan selanjutnya" jelas Taat.
"Sekali lagi ini merupakan komitmen kami semua untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif serta iklim pertandingan yang aman, nyaman, dan tertib," tegasnya.
Taat pun berpesan kepada seluruh masyarakat pecinta sepak bola termasuk Aremania, ke depannya skema seperti ini akan terus dilaksanakan dan berkelanjutan.
Terpisah, Perwakilan Manajemen Arema FC, Munif Wakid menambahkan, pihaknya telah mengimbau seluruh suporter agar tidak mengkonsumsi miras di area stadion dan sekitarnya.
"Kita harus menciptakan habit (red-kebiasaan) baru, yang nonton bal-balan (sepak bola) enggak mabuk iku yo mbois (red-itu keren) sebenarnya" kata Munif.
"Terus juga kita sudah mengedukasi, entah itu di sosial media, di stadion, banyak flyer-flyer juga yang sudah kita cantumkan bahwa tidak boleh membawa miras" ungkapnya.
"Ini juga masih kita sayangkan sih," imbuh Munif.
Baca juga: Susunan Pemain Arema FC Vs Persis Solo di Kanjuruhan, Dalberto Cadangan
Melalui upaya ini, Munif mendukung pihak pengamanan untuk memperluas pemeriksaan di ring tiga dan ring empat, sehingga kondusivitas selama pertandingan bisa terjaga.
"Karena tujuan kita adalah sepak bola ini harus dilaksanakan dengan aman, nyaman, dan tertib," tegasnya.