TRIBUNSTYLE.COM - Kehidupan Boiyen berubah cukup drastis setelah ia memutuskan berpisah dari Rully Akbar.
Pernikahan yang hanya berlangsung selama dua bulan itu harus berakhir setelah berbagai persoalan mencuat.
Rully diketahui terseret dalam kasus penipuan dan investasi bodong, yang semakin memperkeruh hubungan keduanya.
Pada Januari 2026, Boiyen resmi mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang. Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan.
Rasa kecewa yang mendalam terhadap tabiat Rully yang sulit berubah, ditambah buruknya komunikasi di antara mereka, menjadi pemicu utama retaknya rumah tangga tersebut.
Situasi semakin memburuk dengan adanya kasus hukum dugaan penipuan investasi yang menjerat Rully.
Serangkaian masalah yang datang bertubi-tubi setelah pernikahan itu pun memberikan dampak besar terhadap kondisi mental Boiyen.
Baca juga: Kronologi Rully Pergi dari Rumah, 1,5 Bulan Tak Ada Kabar, Boiyen Gugat Cerai Suami: Dianggap Apa?
Boiyen mengaku mengalami tekanan hingga kesulitan beraktivitas di luar rumah lantaran dikejar-kejar wartawan akibat dugaan penipuan Rully.
Hal itu diungkapkan saat menjadi bintang tamu di Podcast YouTube Taulany TV, Kamis (16/4/2026).
Kepada Andre Taulany, Boiyen menegaskan dugaan penipuan investasi yang menjerat Rully sudah terjadi sebelum mereka menikah.
Sehingga menurutnya, ini bukanlah ranahnya untuk memberikan klarifikasi.
"Kena lah (mental), kita kan nggak bisa kerja, media klarifikasinya ke rumah saya juga. Saya kan nggak tahu takutnya kalau saya speak up jadinya blunder."
"Apalagi kejadiannya kan sebelum aku kenal dia," curhat Boiyen.
Akibat ujian pernikahan yang dihadapinya ini, Boiyen pun mengaku trauma terhadap laki-laki.
Wanita 39 tahun tersebut mengaku lebih waspada saat didekati oleh pria, terutama yang bermulut manis.
Boiyen juga mengaku kini dirinya jadi sering berpikir negatif kepada siapapun pria yang mencoba mendekatinya.
Bahkan, ia sampai menutup akses komunikasi dengan pria-pria tersebut.
"Ada sih (trauma). Awalnya agak takut kalo lihat yang (ucapannya) manis-manis jadi takut, ada suudzon gitu. Jadi berprasangka 'ah ini kayaknya...'," tutur Boiyen.
Setelah lama diam, Boiyen menyebut tabiat mantan suaminya menjadi alasan kuat dirinya memutuskan bercerai meski pernikahan baru seumur jagung.
"Karena kan kalau sifat manusia kan ada yang kayak tabiat, ya. Kalau tabiat nggak bisa diubah, yang bisa mengubah kan diri dia sendiri," ujarnya Boiyen dikutip dari Kompas.com.
Boiyen mengambil keputusan itu karena percaya tabiat atau sifat seseorang sulit diubah.
Ia menuturkan, sebelum memutuskan gugat cerai, dirinya sudah beberapa kali coba memberi toleransi atas persoalan yang ada. Namun, persoalan serupa tetap ada dan terulang.
Sehingga membuat Boiyen mantap memutuskan bercerai dengan Rully Anggi Akbar.
"Tadinya begitu, oh bisa berubah nih. Sebelum-sebelumnya ada juga masalah itu, akhirnya kita sama-sama beresin, oh bisa berubah. Ternyata, pas habis nikah oh ada lagi, oh ya ternyata (tidak berubah). Daripada saya capek, ya sudah," tandasnya.