Kashgar (ANTARA) - Di sepanjang tepi selatan Gurun Taklimakan, hamparan penghalang hijau yang subur membentang hingga cakrawala, tempat pohon-pohon buah tumbuh dan hutan penahan pasir berdiri kokoh menahan terpaan pasir gurun, mencerminkan meningkatnya vitalitas ekologis dan ekonomi di Xinjiang selatan, di barat jauh China.
Mulai dari tanaman obat hingga kebun buah yang subur, berbagai inisiatif ini tidak hanya menekan laju penggurunan, tetapi juga menghidupkan industri lokal. Jaringan hijau terintegrasi tersebut, yang merupakan bagian dari proyek sabuk hijau penahan pasir Gurun Taklimakan, telah mengubah lahan yang dahulu tandus menjadi pusat pertumbuhan berkelanjutan.
Di seluruh daerah tersebut, industri berbasis pasir telah berkembang hingga mencakup sekitar 722.000 hektare lahan gurun, menghasilkan nilai output tahunan sebesar 28,975 miliar yuan (1 yuan = Rp2.514) atau sekitar 4,25 miliar dolar AS (1 dolar = Rp17.142).

Penduduk desa membuat penghalang kotak-kotak jerami di Kabupaten Yutian, Daerah Otonomi Xinjiang Uygur di barat laut China, 15 April 2026. ANTARA/Xinhua/Ding Lei





