Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Kebakaran hebat meludeskan sebuah rumah di Blok Soka, Desa Danamulya, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Minggu (19/4/2026) sore.
Peristiwa itu terjadi saat pemilik rumah tengah berjualan, sementara api diduga dipicu dari kipas angin di dalam rumah.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, kebakaran pertama kali dilaporkan oleh warga bernama Heti sekitar pukul 16.31 WIB.
Kabid Kedaruratan DPKP Kabupaten Cirebon, Eno Sudjana mengatakan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan tersebut.
Baca juga: Kebakaran di Sukabumi, Tiga Kios Dilalap si Jago Merah
“Setelah menerima laporan, Regu III Damkar Sektor Weru langsung berangkat pukul 16.33 WIB dan tiba di lokasi pukul 16.47 WIB, saat api masih menyala cukup besar,” ujar Eno, dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman di seluruh bagian rumah yang terbakar.
Mengingat lokasi berada di kawasan padat penduduk, petugas juga meminta bantuan tambahan untuk mencegah api meluas.
“Untuk meminimalisir penyebaran api ke bangunan lain, kami juga meminta bantuan Damkar Sektor Palimanan,” ucapnya.
Api diketahui dengan cepat membesar dan menghanguskan sebagian besar isi rumah milik Ibu Kunena.
Bahkan, kobaran api sempat merembet ke rumah tetangga di sebelahnya.
Menurut salah satu saksi, saat pertama kali terlihat, api sudah dalam kondisi besar di bagian belakang rumah.
“Kata saksi, api terlihat sudah membesar di atas rumah bagian belakang. Saat kejadian pemilik rumah tidak ada di tempat, sedang berjualan di madrasah,” jelas dia.
Warga menduga, api berasal dari kipas angin di ruang tidur belakang yang mengalami korsleting listrik.
“Diduga api berasal dari kipas angin, kemudian percikan mengenai material yang mudah terbakar hingga api cepat membesar,” katanya.
Api bahkan merembet ke bagian atap rumah milik Anasi yang berjarak sekitar 1,5 meter dari titik kebakaran.
Dalam video amatir yang beredar, terlihat kobaran api cukup besar disertai asap hitam pekat membumbung tinggi.
Warga sekitar tampak panik dan berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember sebelum petugas datang.
Petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar pukul 16.56 WIB dan dilanjutkan dengan proses pendinginan hingga pukul 17.47 WIB untuk memastikan tidak ada bara tersisa.
“Setelah dilakukan pengecekan dan kondisi dinyatakan aman, seluruh personel kembali ke pos masing-masing,” ujarnya.
Baca juga: Kronologi Kebakaran Truk Pengangkut Tabung LPG di Sukabumi: Berawal dari Peringatan Pengendara Motor
Akibat kejadian ini, sekitar 45 meter persegi bangunan rumah terbakar, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta untuk rumah utama dan sekitar Rp 5 juta untuk rumah yang terdampak.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran akibat korsleting listrik, terutama dari penggunaan peralatan elektronik di dalam rumah.