Ibu Tiri di Tangerang Dihabisi Anaknya Saat Memotong Sayur, Ini Tampang Pelaku
Erik S April 20, 2026 08:18 AM

TRIBUNNEWS.COM, SERPONG -  Widyastuti, warga jalan Al Mumin, Babakan, Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, tewas akibat dihabisi anak tirinya berinisial N.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan mengungkapkan peristiwa pembunuhan diketahui berawal dari laporan masyarakat melalui layanan 110 Jumat (17/4/2026) malam.

Petugas menemukan Widyastuti dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka dan berlumuran darah.  Usai melakukan tindakan tersebut, N diketahui sempat melarikan diri dengan membawa sepeda motor dan telepon genggam milik korban.

Polisi kemudian melakukan pengejaran intensif berdasarkan hasil olah TKP, keterangan saksi, dan jejak pelarian pelaku di sejumlah wilayah Tangerang.

Pelaku ditangkap di wilayah Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.

Pelaku Dendam

Pembunuhan diduga dipicu dendam pribadi pelaku terhadap korban yang merupakan ibu tirinya.

Polisi mengungkap N memiliki hubungan tidak harmonis dengan korban.

 “Untuk motif sendiri, bahwa memang tersangka memiliki dendam pribadi terhadap ibu tirinya,” ujar Wira, Serpong, Tangsel, Sabtu (18/4/2026).

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat korban tengah beraktivitas di dalam rumah, tepatnya ketika sedang memotong sayur.

Pada saat itu, pelaku datang dan sempat meminjam telepon genggam milik korban.

Baca juga: Motif Kasus Pembunuhan Perempuan di Serpong Tangsel: Mantan Suami Sakit Hati

Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi korban, yang kemudian diduga memicu emosi pelaku hingga berujung pada tindakan kekerasan.

“Pada saat itu korban sedang memotong sayur, kemudian tersangka datang untuk meminjam HP, namun tidak diberikan oleh korban,” kata Wira.

Ia menyebut, pelaku kemudian melakukan aksi pembunuhan dengan menggunakan alat berupa palu dan pisau yang ada di lokasi.

“Akhirnya pelaku melakukan dugaan tindak pidana tersebut dengan menggunakan palu dan pisau,” ujarnya.

Sebelumnya, pemilik kontrakan, Sinta, mengungkapkan sejak siang hingga sore hari ia sempat mendengar suara musik dengan volume keras dari rumah korban, namun tidak menaruh curiga, Jumat (17/4/2026) siang.

“Saya dengar musik kencang dari siang sampai sore. Tapi ya kami kira biasa saja, namanya juga orang di rumah,” ujar Sinta kepada TribunTangerang.com.

Ia menambahkan, suara musik tersebut bahkan terdengar hingga ke rumah pemilik kontrakan yang berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian.

Baca juga: Nenek di Subang Jadi Korban Pembunuhan dan Perampokan, Suami: Tangan dan Kaki Diikat, Sangat Kejam

“Musiknya memang kencang, sampai ke dalam rumah juga kedengeran. Tapi tidak ada yang curiga,” ucapnya.

Dugaan sementara, musik sengaja diputar keras untuk menutupi suara kekerasan yang terjadi di dalam rumah kontrakan tersebut.

"Mungkin sengaja disetel keras supaya tidak kedengeran suara ribut atau teriakan,” kata Sinta.

Peristiwa itu baru diketahui setelah suami korban, Jumri, pulang kerja sekitar pukul 17.30 WIB dan menemukan istrinya dalam kondisi tidak sadar dan berlumuran darah di atas kasur. (m30)

 

Penulis: Ikhwana Mutuah Mico

dan

Terungkap! Dendam Jadi Pemicu Pembunuhan Ibu Tiri di Curug Tangerang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.