Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026, Motivasi Utama Cari Yesus: Peroleh Kebenaran
Eflin Rote April 20, 2026 08:19 AM

Renungan Harian Katolik
Senin 20 April 2026
Oleh: Pater Fransiskus Funan Banusu SVD
MOTIVASI UTAMA CARI YESUS: PEROLEH KEBENARAN DAN HIDUP KEKAL
(Kis. 6:8-15; Mzm. 119:23-24.26-27.29-30; Yoh. 6:22-29)

"Ketika orang banyak melihat bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk untuk mencari Yesus." (Yoh. 6:25)

Mencari Yesus adalah pekerjaan penting bagi seorang manusia untuk kepentingan iman ke depan.

Motivasi mencari Yesus bervariasi berdasarkan kepentingan yang mau ditempuh. Apapah mencari Yesus sekedar melihat Dia, menyaksikan mukjizat atau tanda ajaib yang dibat-Nya, mendapat makanan saat lapar, ikut Dia, andalkan Dia serta percaya pada-Nya?

Atau untuk mendapat pengajaran-Nya saja, memperoleh berkat-Nya sementara saja, memperoleh kebenaran dan kehidupan kekal? 

Sebagai Mesias Anak Allah, Yesus tahu keinginan setiap orang yang mencari Dia, entah pribadi maupun rombongan. 

Dengan tegas, Yesus menyampaikan kebenaran hakiki ini, "Bekerjalah bukan untuk yang akan dapat binasa, ..., (Yoh. 6:27).

Yesus membimbing dengan penuh kelembutan setiap orang yang datang kepasa-Nya untuk memperoleh hal-hal yang penting dalam hidup. Pekerjaan yang tidak dapat binasa yaitu melaksanakan kehendak Allah dan percaya kepada Dia yang diutus Allah. Alasan mencari Yesus: Dia Anak Allah, dalam Dia ada kebenaran ilahi dan keselamatan kekal. 

Kebenaran ilahi itu penting untuk menghalau dusta dunia, tuduhan palsu yang digunakan manusia hanya untuk pemenuhan kebutuhan fana yang membinasakan jika tidak bertobat.

Stefanus sang martir perdana mati dirajam hanya karena tuduhan palsu. Para pendusta senang jika tujuan tercapai namun telah menjebak diri dalam kebinasaan. 

Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Jauhkanlah jalan dusta dari padaku, dan kurniakanlah hukum-Mu kepadaku. Aku telah memilih jalan kebenaran, dan menempatkan hukum-hukum-Mu di hadapanku.' (Mzm. 119:29-30).

Dalam Yesus, Stefanus adalah orang benar, penuh Roh Kudus, dan hikmat ilahi ada padanya. Ia buat tanda heran, mukjizat di antara orang banyak. Ketika ia diadili dalam sidang Mahkamah Agama, semua orang bersaksi bahwa  melihat muka Stefanus sama seperti muka seorang malaikat (Kis
6:15).

Para pengikut Tuhan Yesus seperti Stefanus dan kita semua, dipanggil untuk memperjuangkan kejujuran dan kebenaran. Seluruh kebenaran Allah terangkum dalam Diri Yesus Kristus Anak Allah.

Dekat Yesus berarti dekat kebenaran dan kehidupan kekal. Oleh rahmat penebusan, kita berani memberi kesaksian tentang kebenaran iman kepada dunia demi pertobatan, dan kâeselamatan kekal. Orang yang dikaruniai kebenaran pasti mencari Yesus untuk keselamatannya. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Senin/Pekan III Paskah/A/II, 200426)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.