TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kiprah Djanur Academy dalam ajang turnamen sepak bola usia dini, Garuda Cilik Road to National Series 2026 Regional Jabar 1, membuahkan hasil beragam.
Dua tim kelompok umur yang dikirimkan Sekolah Sepakbola milik pelatih legendaris Persib, Djadjang Nurdjaman ini harus merelakan tiket menuju Seri Nasional setelah berjuang habis-habisan di Lapangan Pindad, Bandung, 18-19 April 2026.
Di kategori U-11 atau kelahiran 2015, langkah Djanur Academy terhenti di babak semifinal Divisi 1.
Pasukan yang ditangani pelatih Razky Firmansyah ini mengawali turnamen dengan cukup baik meski harus menempati urutan kedua klasemen grup di bawah SSB Charets.
Di fase gugur, Daffa Arya dkk harus mengakui keunggulan Serpong Jaya di babak semifinal.
Baca juga: Djadjang Nurdjaman Puji Performa Djanur Football Academy di Turnamen ATP Soccer Series 1 2026
Meski gagal menembus partai final, Djanur Academy 2015 berhasil menunjukkan daya juang tinggi di perebutan tempat ketiga.
Mereka sukses membekuk Jatira Bandung dengan skor 1-0, yang menempatkan mereka sebagai juara ketiga di Divisi 1.
Sedangkan kelompok umur 10 tahun atau kelahiran 2016, Djanur Academy 2016 mengunci gelar Juara 1 di kasta Divisi 2.
Laju Muhammad Iqbal Fahrudin dkk terbilang dramatis.
Di babak semifinal, mereka terlibat aksi saling balas gol sebelum akhirnya menundukkan IBB dengan skor tipis 4-3.
Mental juara kembali ditunjukkan di partai final saat menghadapi tim kuat lainnya, Bina Pakuan Bandung.
Gol tunggal di laga puncak memastikan kemenangan 1-0 untuk Djanur Academy 2016 sekaligus mengukuhkan posisi mereka di puncak podium Divisi 2.
Meski meraih prestasi di masing-masing divisi, kedua tim kelompok umur Djanur Academy ini dipastikan gagal melaju ke Seri Nasional Garuda Cilik 2026.
Hal ini dikarenakan tiket menuju seri nasional hanya diberikan kepada tim yang menempati posisi teratas di Divisi Utama.
Turnamen Garuda Cilik Regional Jabar 1 sendiri merupakan ajang seleksi ketat yang mempertemukan talenta-talenta terbaik dari berbagai wilayah di Jawa Barat sebelum mereka beradu di level nasional.(*)