Kasus Viral Anak SD di Cibeber Lebak Diduga Dianiaya Ibu Tiri Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Ahmad Tajudin April 20, 2026 10:59 AM

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Kasus seroang anak SD yang viral menjadi korban kekerasan rumah tangga diduga dilakukan oleh ibu tiri, kini telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Informasi tersebut disampaikan langsung Kapolsek Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak,  Iptu Agus Suritno.

Peristiwa kekerasan tersebut terungkap pada Jumat (17/4/2026) melalui sebuah video yang beredar memperlihatkan seorang anak perempuan di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, diduga menjadi korban kekerasan rumah tangga diduga oleh ibu tiri. 

Dalam video itu, terlihat anak perempuan tersebut tengah ditanya oleh warga terkait kekerasan yang dialami anak diduga oleh ibu tirinya sendiri. 

Saat dikonfirmasi TribunBanten.com, Agus menyampaikan, bahwa kasus dugaan kekerasan tersebut sudah diselesaikan di internal keluarganya. 

"Di internal keluarganya," katanya dalam keterangan tertulisnya Minggu (19/4/2026). 

Agus mengaku, bahwa pihaknya juga telah memberikan edukasi hukum kepada keluarga korban. 

"Iya, sudah di edukasi juga keluarganya terkait permasalahan itu. Kita edukasi hukum," ujarnya. 

Jurnalis TribunBanten.com sudah berupaya mengkonfirmasi ayah kandungnya korban, baik melalui sambungan telepon dan pesan singkat, namun tidak mendapatkan jawaban. 

Baca juga: Anak SD di Cibeber Lebak Diduga Disiksa Ibu Tiri, Mengaku Dicakar hingga Berdarah


Peristiwa awal

Beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang anak perempuan di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, Banten, diduga menjadi korban kekerasan rumah tangga diduga oleh ibu tiri. 

Dalam sebuah video, terlihat anak perempuan tersebut tengah ditanya oleh warga terkait kekerasan yang dialami anak tersebut. 

Warga tersebut menanyakan kepada anak perempuan itu, apa yang pertama kali dilakukan oleh ibunya kepada dirinya.

Anak perempuan itu pun menjawab dicakar dan menunjukkan ada bekas luka pada bagian pipi. 

"Ada lah, darah banyak," jawab anak yang tengah ditanya oleh warga. 

Warga itu pun kemudian bertanya kembali kapan kejadian kekerasan itu terjadi. Anak itu menjawab pada saat bulan puasa. 

"Hari puasa, berdarah dicolok," katanya

Tak hanya itu, terlihat dalam sebuah foto yang memperlihatkan bercak merah luka pada bagian dada anak tersebut. 

Saat dikonfirmasi, salah seorang warga Kecamatan Cibeber yang tidak ingin disebutkan namanya membenarkan terkait adanya peristiwa tersebut. 

"Katanya menurut tetangga dekat temen saya, disiram air panas yang digambar itu, terus kalau yang dimuka dicakar emanya. Makanya ditanya tetangganya ngaku," ujarnya dalam sambungan telpon, Jumat (17/4/2026). 

"Uang jajan juga gak pernah dikasih, terus suka dikasih sama temen-temennya iuran jajan buat anak itu," tambahnya. 

Ia mengatakan, korban sekarang ini duduk di bangku kelas lima SD yang ditinggalkan ibunya meninggal dunia. 

"Kelas lima SD. Lebaran juga gak diajak ke Serang anak-anak itu ditinggal. Karena mereka (Orang tuanya) punya rumah di Serang," katanya. 

"Malem-malem pada nangis, tetangga juga bertanya kenapa, ternyata mereka lapar, gak ada beras di rumahnya," tambahnya 

Ia mengungkapkan, bahwa ayah korban sekarang ini menjadi kepala sekolah (Kepsek) SMPN Cibeber 5. 

Sementara ibu tirinya berkerja sebagai guru di SMK Cikotok. 

"Ayah korban kepsek SMPN 5 Cibeber, ibu tiri guru BK di SMK Cikotok," ujarnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.