TRIBUNNEWS.COM, JEDDAH - Musim haji 1447 H/2026 sudah di depan mata. Jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai berangkat pekan ini.
Kloter pertama jemaah haji akan diberangkatkan pada Rabu 22 April 2026 dan dijadwalkan tiba di hari yang sama Waktu Arab Saudi (WAS).
Bagaimana suasana di Arab Saudi jelang operasional haji tahun ini?
Pemeriksaan kepolisian Arab Saudi sangat ketat saat memasuki musim jemaah haji Indonesia.
Pantauan reporter Tribunnews.com Networ, Hasim Arfah langsung dari Arab Saudi, penjagaan ketat terlihat di akses jalan dari Jeddah ke Makkah.
Kepolisian pun mencegat bus petugas haji di jalan tol Mekkah-Jeddah, 20 kilometer sebelum masuk kota Makkah, Sabtu (18/6/2026) waktu Arab Saudi.
Setelah memeriksa, satu petugas polisi pun naik ke atas bus.
Ia nampak menghitung satu per satu petugas yang sudah memakai pakaian ihram.
Mereka memeriksa nusuk (izin haji).
Pemeriksaan kembali terjadi di 12 kilometer sebelum masuk kota Makkah.
Langkah ini bagian dari pengawasan ketat dari pemerintah Arab Saudi.
"No permit no haji," kata seorang petugas kemanan Arab Saudi.
Pemerintah Arab Saudi resmi memberlakukan pembatasan ketat masuk ke Mekkah mulai 13 April 2026, sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah Haji tahun ini.
Kebijakan ini menargetkan warga asing dan penduduk yang tidak memiliki izin resmi.
Berdasarkan keterangan Saudi Press Agency, otoritas keamanan menegaskan bahwa hanya individu dengan dokumen sah yang diperbolehkan memasuki kota suci tersebut. Mereka yang tidak memenuhi syarat akan diminta putar balik di pos pemeriksaan.
Sistem izin masuk diperketat
Dalam aturan terbaru ini, akses ke Mekkah hanya diberikan kepada pemegang visa haji resmi, pekerja dengan izin khusus di area tempat suci, dan penduduk dengan identitas resmi yang diterbitkan di Mekkah.
Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pelaksanaan ibadah haji yang setiap tahun diikuti jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Pemerintah juga menetapkan bahwa 18 April 2026 menjadi batas akhir bagi jemaah asing pemegang visa umrah untuk meninggalkan Arab Saudi.
Setelah tanggal tersebut penerbitan izin umrah melalui platform Nusuk dihentikan sementara hingga 31 Mei.
Semua jenis visa selain visa haji tidak diperbolehkan masuk ke Mekkah.
Kebijakan ini bertujuan mengendalikan kepadatan menjelang puncak musim haji.
Digitalisasi izin melalui platform resmi.
Untuk mendukung pengawasan, otoritas memperkenalkan sistem izin berbasis digital.
Pengajuan izin masuk bagi pekerja dilakukan melalui platform seperti Absher dan Muqeem, yang terintegrasi dengan sistem Tasreeh untuk penerbitan izin haji.
Pemerintah mengingatkan seluruh pihak agar mematuhi aturan yang berlaku.
Pelanggaran terhadap kebijakan ini dapat berujung pada sanksi tegas, termasuk denda dan tindakan hukum lainnya.
Kebijakan pengetatan ini menjadi bagian dari upaya Arab Saudi menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran ibadah haji yang merupakan salah satu rukun Islam dan menjadi perhatian dunia setiap tahunnya.
Sementara itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyatakan kesiapan penuh dalam menyambut kedatangan kloter pertama.
Seluruh layanan dipastikan telah siap guna memberikan pelayanan optimal serta pendampingan selama jamaah berada di Tanah Suci.
Menjelang kedatangan tersebut, berbagai persiapan terus dimatangkan oleh PPIH agar proses kedatangan jamaah berjalan lancar, cepat, dan nyaman. Fokus utama diarahkan pada layanan di bandara hingga proses distribusi jamaah ke pemondokan di Madinah.
Sebanyak 360 petugas PPIH Arab Saudi dilaporkan telah tiba dan mulai bertugas di Daerah Kerja Bandara serta Daerah Kerja Madinah.
Mereka akan menjadi garda terdepan dalam proses penyambutan dan pelayanan jamaah haji Indonesia.
Setibanya di bandara, jamaah akan menjalani pemeriksaan dokumen dan proses keimigrasian sesuai prosedur yang berlaku. PPIH juga menyiapkan layanan khusus bagi jamaah lanjut usia dan berkebutuhan khusus, termasuk pendampingan intensif untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan mereka.
Kepala Bidang Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, menyatakan, koordinasi antar sektor terus diperkuat guna memastikan seluruh rangkaian layanan berjalan optimal sejak jamaah tiba di Arab Saudi.
Ia menegaskan, kesiapan transportasi, penjemputan di bandara, hingga pengantaran ke pemondokan telah dirancang secara terintegrasi untuk mendukung kelancaran pelayanan jamaah haji Indonesia tahun ini.(*)