Profil Imam Basori: Anggota Polri yang 'Mewakafkan' Diri Jadi Ketua RT di Jakarta Selatan
Budi Sam Law Malau April 20, 2026 11:17 AM

WARTAKOTALIVE.COM – Di koridor dingin markas besar kepolisian, ia adalah Inspektur Polisi Satu (Iptu) yang bertugas di Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Mabes Polri.

Namun, begitu melepas seragam dan menginjakkan kaki di Gandaria Utara, Kebayoran Baru, sosok Imam Basori bertransformasi menjadi "pelayan" bagi tetangga-tetangganya sebagai Ketua RT 11 RW 07.

Jalan hidup Imam menuju dunia kepolisian tidaklah instan.

Baca juga: Lawan Curanmor, Warga Gandaria Utara Jaksel Rakit E-Gate RFID dan GPS Motor Real-Time

Memegang gelar S2 dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Imam awalnya menghabiskan waktu bekerja di sebuah pabrik di Surabaya.

Dukungan orang tua akhirnya membawa pria bergelar magister ini mengikuti rekrutmen Polri hingga kini sukses menapaki pangkat perwira pertama.

Uniknya, jabatan Ketua RT yang ia emban sejak 2019 bukan lahir dari ambisi politik tingkat lokal.

"Dari awal saya tidak pernah mencalonkan diri. Justru masyarakat yang meminta," kenang Imam saat ditemui di kediamannya, Rabu (15/4/2026).

Baginya, profesi polisi dan peran Ketua RT memiliki satu napas yang sama: pengabdian tanpa batas kepada rakyat.

Inovasi 'Gila' di Tengah Pandemi dan Teror Curanmor

Ujian kepemimpinan Imam terbukti saat Pandemi Covid-19 menghantam.

Melihat anak-anak di lingkungannya kesulitan kuota untuk belajar daring, Imam menginisiasi "RT Net", sebuah jaringan Wi-Fi gratis hasil gotong royong.

Tak hanya itu, ia berhasil meluluhkan hati pemilik lahan di wilayahnya untuk dijadikan ruang belajar terbuka bagi para siswa.

Baca juga: Cegah Pencurian Motor, Warga Gandaria Utara Jaksel Pasang Gerbang Akses Digital di Pintu Masuk Gang

Tak berhenti di sana, insting polisi-nya pun muncul saat menyikapi maraknya pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Imam bersama warga membangun sistem keamanan canggih berupa gerbang pintar (e-gate) berbasis kartu akses dan pemasangan perangkat GPS anti-pencurian pada sepeda motor warga.

"Ini semua hasil gotong royong. Meskipun saya di bidang reserse, tujuannya sederhana: memberi rasa aman dan mencegah kejahatan," tegasnya.

Periode Ketiga: Bukti Kepercayaan Rakyat

Kini, Imam memasuki periode ketiganya memimpin RT 11.

Dana operasional yang ia terima setiap bulan tidak pernah ia nikmati sendiri, melainkan dikembalikan sepenuhnya untuk kebutuhan bersama.

Baginya, keterlibatan aktif warga adalah kunci keberhasilan setiap program.

"Kita tidak bisa kerja sendiri. Harus mendengarkan aspirasi warga. Pada akhirnya, kita bekerja untuk masyarakat dan akan kembali ke masyarakat," pungkasnya.

Sosok Iptu Imam Basori adalah bukti nyata bahwa integritas seorang polisi tidak hanya diukur dari pengungkapan kasus besar, tetapi juga dari seberapa besar manfaat kehadirannya bagi lingkungan terkecil di sekitarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.