Update Aktivitas Gunung Burni Telong Bener Meriah: Gempa Vulkanik Masih Fluktuatif
Sri Widya Rahma April 20, 2026 12:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Berikut update aktivitas kegempaan di Gunung Api Burni Telong, Kabupaten Bener Meriah.

Baca juga: Terekam 85 Kali Gempa Vulkanik Selama Dua Pekan, Status Burni Telong Bertahan di Level II Waspada

Berdasarkan data yang dirangkum wartawan TribunGayo.com pada Senin (20/4/2026), dari laporan Pos Pengamatan Gunung Api dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Burni Telong, aktivitas kegempaan vulkanik masih fluktuatif dalam beberapa hari terakhir terjadi.

Dengan begitu, status gunung yang terletak di Kecamatan Timang Gajah dengan ketinggian 2.623 meter diatas permukaan laut (mdpl) tersebut masih bertahan di Level II atu Waspada.

Selama periode pengamatan dari tanggal 17 hingga 19 April 2026, di Burni Telong terekam adanya aktivitas kegempaan vulkanik walaupun dalam jumlah relatif sedikit.

Namun demikian, kondisi itu menandakan adanya dinamika di bawah kawah gunung yang masih berlangsung.

Lalu secara visual puncak gunung sering tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati, tapi instrumen pencatat gempa menunjukkan adanya aktivitas dari dalam perut bumi.

Dimana masing-masing gempa vulkanik dalam terjadi pada 17 April terjadi sebanyak 2 kali gempa vulkanik dalam.

Kemudian pada 18 April, tercatat jumlah gempa vulkanik dalam tertinggi sebanyak 4 kali dengan amplitudo mencapai 55 mm. 

Namun, pada tanggal 19 April, aktivitas ini justtru menurun menjadi 1 kali gempa.

Baca juga: Gunung Burni Telong di Bener Meriah Masih Bergeliat, Dua Hari Bisa 31 Kali Gempa Vulkanik Dalam

Imbauan PVMBG Burni Telong

Dilain sisi, kondisi cuaca di wilayah Bener Meriah didominasi cuaca cerah hingga hujan dengan intensitas sedang hingga deras di sore hari.

Suhu udara di sekitar lereng berkisar antara 17 hingga 25 derajat celsius.

Meskipun asap kawah tidak teramati keluar dari puncak, PVMBG melalui para anggota pengamatnya tetap memberikan peringatan serius bagi keselamatan.

Dimana masyarakat, wisatawan, hingga para pendaki diminta untuk tidak mendekati area kawah dalam radius 3 kilometer (Km). 

Peringatan ini sangat ditekankan mengingat adanya potensi bahaya dari gas-gas vulkanik di daerah fumarola dan solfatara.

Terutama saat cuaca sedang mendung atau hujan, demi menghindari risiko yang tidak diinginkan di tengah status waspada yang masih berlaku. (*)

Baca juga: Aktivitas Kegempaan Burni Telong Bener Meriah Melandai, Warga Tetap Diminta Jauhi Kawah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.