TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Mamuju Tengah menggelar Operasi Tertib Pelajar (OTP) di wilayah Kecamatan Topoyo dan Kecamatan Tobadak, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini menyasar para pelajar kedapatan membolos atau berada di luar sekolah pada jam belajar.
Petugas melakukan penyisiran di sejumlah lokasi yang kerap dijadikan tempat nongkrong para pelajar.
Baca juga: Satpol PP Razia Tempat Hiburan Malam di Mamuju Tengah Tak Berizin, Terancam Ditutup
Diantaranya, taman Kota Terpadu Mandiri (KTM), tempat kos-kosan, kafe dan area di bawah kebun sawit yang biasa digunakan sebagai tempat persembunyian.
Dari operasi tersebut, petugas berhasil menjaring 15 orang pelajar.
Seluruhnya berjenis kelamin laki-laki dan tercatat sebagai siswa dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SLTA) di wilayah Kecamatan Topoyo.
Selain mengamankan para pelajar, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti, yakni sepeda motor, rokok, minuman mineral dan makanan ringan.
Nantinya, motor tersebut kembali diserahkan ke pihak sekolah.
Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Mamuju Tengah, Ciman, menyampaikan bahwa operasi ini memiliki tiga tujuan.
Diantaranya :
1. Meningkatkan disiplin pelajar dan menegakkan aturan jam belajar sekolah.
2. Mencegah kenakalan remaja, tawuran, serta kegiatan negatif lainnya seperti bermain game, merokok, hingga konsumsi minuman keras.
3. Memberikan efek jera agar pelajar tidak mengulangi kebiasaan membolos
Meskipun bertindak tegas, Ciman menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat persuasif dan humanis.
Para pelajar tidak serta-merta ditindak dengan cara yang keras.
"Para pelajar tidak serta-merta ditindak tegas, tetapi kami lakukan pendekatan secara humanis," ujar Ciman ditemui di kantornya, Jl Soekarno-Hatta, Dusun Benteng, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Senin (20/4/2026).
Setelah didata dan diberikan pembinaan awal, para pelajar tersebut diantar langsung ke sekolah masing-masing.
Selanjutnya, mereka diserahkan kepada pihak sekolah untuk dibina lebih lanjut.
Dengan adanya operasi tertib pelajar ini, diharapkan angka kemangkiran dapat menurun dan para pelajar di Mamuju Tengah semakin disiplin dalam mengikuti jam belajar sekolah. (*)
Laporan Wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah