TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Ketua PW Pagar Nusa Jawa Tengah Dr. H. Arief Rohman menegaskan pentingnya penguatan konsolidasi organisasi hingga ke level perguruan tinggi, pondok pesantren, dan sekolah dalam kegiatan halalbihalal dan peluncuran Kejuaraan Daerah (Kejurda) X Pagar Nusa Jawa Tengah.
Kegiatan tersebut digelar di Padel Beans Resto, Salatiga, Minggu (19/4/2026), dan dihadiri Wakil Sekretaris PW NU Jawa Tengah Dr. KH. Muhamad Hanif, M.Hum., jajaran Pengurus PW, serta pimpinan cabang (PC) Pagar Nusa se-Jawa Tengah.
Tausiah disampaikan oleh Dr. KH. Nasrullah Afandi yang juga merupakan Pengurus Pusat Pagar Nusa.
Baca juga: Ada Bocah 16 Tahun yang Jadi Pelaku Pengeroyokan Pesilat Pagar Nusa hingga Tewas di Demak
Dalam sambutannya, Ketua PW Pagarnusa Jateng, Arief Rohman yang juga menjabat sebagai Bupati Blora menegaskan bahwa amanah dari pemerintah pusat harus terus dijalankan secara konsisten.
Ia juga menyampaikan bahwa Pagar Nusa Jawa Tengah telah menjalin kerja sama dengan 34 perguruan tinggi sebagai bagian dari penguatan kaderisasi.
“Ke depan, konsolidasi harus terus diperkuat, baik di perguruan tinggi, pesantren, maupun sekolah,” ujarnya.
Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan keuangan dari PC Pagar Nusa Sragen kepada Pengurus Wilayah.
Arief mengapresiasi langkah tersebut dan menyebutnya sebagai inovasi yang perlu dikembangkan dalam memperkuat kemandirian organisasi.
Menurut Arief, salah satu gagasan yang mengemuka adalah I'anah tsanawiyah dari anggota baru setiap tahun saat baiat.
Dana tersebut nantinya dapat digunakan untuk meningkatkan berbagai kegiatan PW, termasuk pelaksanaan Kejurda Pencak Silat Pagar Nusa yang digelar rutin setiap tahun.
Selain itu, dana tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyelesaian permasalahan di tingkat cabang, termasuk bantuan hukum apabila diperlukan.
Sejumlah gagasan lain turut mengemuka, seperti penerbitan sertifikat kelulusan yang ditandatangani oleh Pimpinan Wilayah sebagai bentuk standarisasi Santri Pagar Nusa.
Arief juga mendorong agar setiap cabang mengembangkan potensi anggota yang menempuh pendidikan di bidang olahraga serta memperkuat peran guru olahraga di lingkungan Ma’arif yang memiliki latar belakang Pagar Nusa.
Sementara itu, Wakil Sekretaris PW NU Jawa Tengah, Muhamad Hanif, menyampaikan bahwa Pagar Nusa merupakan badan otonom yang unik karena memadukan pembelajaran bela diri dan organisasi.
“Ini menjadi kekuatan Pagar Nusa, tidak hanya membentuk fisik, tetapi juga kapasitas organisasi,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pencak silat di UIN Salatiga telah berkembang menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) tersendiri dan berharap Pagar Nusa terus menjadi benteng Nahdlatul Ulama.
Pada kesempatan yang sama, PW Pagar Nusa Jawa Tengah resmi lounching Kejurda X yang akan digelar pada 26–27 April 2026 di Purwokerto.
Ajang ini diharapkan menjadi sarana pembinaan prestasi sekaligus mempererat solidaritas antaranggota di Jawa Tengah. (Iqs)
Baca juga: Wali Kota Semarang Perintahkan Kesbangpol Turun Tangan Usai Pengeroyakan Remaja Anggota Pagar Nusa