Populer Sulut: Harga BBM Nonsubsidi Naik, Antrean di Sejumlah SPBU Mengular
Yeshinta Sumampouw April 20, 2026 11:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kenaikan harga BBM nonsubsidi berdampak langsung di lapangan.

Di SPBU Kotobangon, Kotamobagu, antrean kendaraan terpantau membludak pada Minggu (19/4/2026) pagi.

Warga berebut kuota Pertalite dan solar subsidi yang terbatas, bahkan ada yang mengantre berjam-jam demi tetap bisa bekerja.

Sementara itu, lonjakan harga Dexlite dan Pertamina Dex hingga di atas Rp24 ribu per liter membuat banyak pengendara beralih ke solar subsidi.

Di SPBU Sonder, Minahasa, antrean truk dan bus mengular panjang.

Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya distribusi barang dan naiknya biaya logistik.

Di Manado, sejumlah warga mengaku terkejut dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi yang dinilai minim sosialisasi.

Meski sebagian masih mampu membeli, mereka berharap pemerintah memberi informasi lebih awal agar masyarakat bisa menyesuaikan pengeluaran.

1. Harga BBM Nonsubsidi Naik, Antrean Pembelian Subsidi Membludak di SPBU Kotobangon Kotamobagu

Antrean panjang pembelian bahan bakar minyak atau BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar terjadi di SPBU Kotobangon, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (19/4/2026).

Lonjakan antrean ini dipicu oleh kebijakan pemerintah yang baru saja menaikkan harga tiga jenis BBM nonsubsidi.

Kenaikan harga tersebut tergolong signifikan, mencapai sekitar sembilan ribu rupiah per liter.

Adapun tiga jenis BBM nonsubsidi yang mengalami kenaikan yakni Pertamax Turbo, dari sebelumnya Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter.

Kemudian Dexlite, yang naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter.

Serta Pertamina Dex, dari Rp14.500 per liter kini mencapai Rp23.900 per liter.

Salah seorang sopir truk di Kotamobagu, Kenly, mengatakan membludaknya antrean disebabkan masyarakat yang berebut kuota BBM subsidi.

Menurutnya, kuota subsidi yang terbatas membuat warga harus datang lebih awal agar bisa mendapatkan bahan bakar.

Kenly mengaku telah datang sejak pukul enam pagi waktu Indonesia Tengah.

Bahkan, ia menyebut ada warga yang sudah mengantre sejak malam hari.

Untuk sekali pengisian, dirinya harus menunggu hingga tiga jam.

Ia menegaskan, kondisi ini berdampak langsung pada pekerjaannya. Sebab, tanpa bahan bakar, aktivitas distribusi tidak dapat berjalan.

Kenly juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi ekonomi keluarganya jika situasi ini terus berlanjut.

Ia berharap pemerintah dapat kembali mengkaji dampak dari kenaikan harga BBM nonsubsidi, khususnya bagi masyarakat kecil.

Baca selengkapnya

2. Harga BBM Nonsubsidi Rp 24.150 per Liter, Antrean Solar Subsidi Mengular di SPBU Sonder Minahasa

Antrean panjang kendaraan untuk mengisi BBM subsidi jenis solar juga terjadi di SPBU 74.956.04 Sonder, Minahasa, Sulawesi Utara, Minggu (19/4/2026).

Puluhan kendaraan, didominasi truk dan bus, tampak mengular hingga beberapa meter dari area SPBU.

Kondisi ini terjadi seiring banyaknya masyarakat yang beralih ke solar subsidi akibat selisih harga yang cukup jauh dibandingkan BBM nonsubsidi.

Lonjakan harga BBM ini disebut-sebut tidak lepas dari dampak konflik di kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi harga minyak dunia.

Situasi tersebut kemudian berimbas pada penyesuaian harga BBM nonsubsidi di dalam negeri.

Meski harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan signifikan, harga BBM subsidi seperti solar masih terpantau stabil.

Namun demikian, kondisi ini justru memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan besar seperti bus dan truk.

Kenaikan harga ini dinilai menjadi ancaman, khususnya bagi mereka yang sebelumnya memilih BBM nonsubsidi untuk menghindari antrean panjang.

Kini, selain harus menghadapi harga yang melonjak, mereka juga terpaksa beralih ke BBM subsidi dengan konsekuensi antre lebih lama.

Baca selengkapnya

3. Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pengendara di Manado Kaget Karena Minim Sosialisasi

Pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak atau BBM nonsubsidi pada Sabtu (18/4/2026).

Kebijakan ini pun menuai beragam respons dari masyarakat.

Sejumlah pengendara mengaku terkejut lantaran tidak adanya pengumuman resmi sebelumnya terkait kenaikan harga tersebut.

Salah satu pengendara mobil di Manado, Pricillia, mengaku baru mengetahui kenaikan harga BBM ini sehari setelah kebijakan diberlakukan.

Ia menilai perubahan harga terjadi secara mendadak.

Pricillia menyampaikan, dirinya sempat kaget karena tidak ada informasi sebelumnya mengenai rencana kenaikan harga.

Meski demikian, ia mengaku masih mampu membeli BBM nonsubsidi jenis Pertamina Dex dan berencana tetap menggunakannya.

Namun, ia juga mempertimbangkan alternatif lain, tergantung pada ketersediaan BBM di SPBU.

Menurutnya, kenaikan harga bukan menjadi persoalan utama.

Namun, ia menilai pemerintah seharusnya memberikan informasi lebih awal agar masyarakat dapat mempersiapkan anggaran.

Baca selengkapnya

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.