Ditikam di Bandara, Nus Kei Sempat Lari Berlumur Darah Sebelum Tewas, sang Kakak Banting Pelaku
Weni Wahyuny April 20, 2026 12:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM- Suasana di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara berubah mencekam pada Minggu (19/4/2026) siang. 

Sekira pukul 11.25 WIT, Ketua DPD II Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau yang akrab disapa Nus Kei, tewas setelah menjadi korban penikaman sadis oleh orang tidak dikenal (OTK) setelah pulang dari Jakarta.

Awalnya, ia baru saja menempuh perjalanan dari Bandara Pattimura, Ambon menggunakan pesawat Lion Air JT880.

Setibanya di bandara, Nus Kei berjalan menuju pintu keluar untuk menemui keluarganya yang telah menunggu.

Baca juga: Postingan Hendrikus Rahayaan Atlet MMA Sebelum Diduga Terlibat Penikaman Nus Kei Disorot

Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono mengungkapkan secara tiba-tiba, seorang pria bermasker dan berjaket merah menyerang Nus Kei menggunakan senjata tajam.

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora," ujar Dave, dilansir dari Tribunnews.com

Mengetahui Nus Kei ditikam, kakak korban, Antonius Rumatora sempat berupaya menghentikan aksi pelaku dengan membantingnya.

Tetapi, pelaku melawan dan melarikan diri. 

"Saudara Agrapinus Rumatora sempat lari ke dalam bandara namun terjatuh di pintu keluar bandara dan sempat mendapat pertolongan dari petugas bandara Karel Sadsuitubun," kata Dave. 

Meski telah menderita luka tusukan yang cukup parah, Nus Kei menunjukkan dalam kondisi tubuh berlumuran darah, sempat berupaya berlari kembali ke dalam area bandara untuk mencari perlindungan.

Namun, ia akhirnya terjatuh di dekat pintu keluar. 

Dengan penuh luka tusukan, Nus Kei langsung dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. 

Baca juga: Kronologi Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam di Bandara, Hendak Hadiri Musda

Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital.

Akibat dari penikaman itu, Nus Kei mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.

Pelaku Ditangkap

Tak butuh waktu lama, Polres Maluku Tenggara berhasil mengamankan dua pria terduga pelaku yakni, HR (28) dan FU (36).

Belakangan beredar pula tampang kedua pelaku tersebut.

Pria pertama mengenakan kaos hitam dan kalung menjuntai di lehernya.

Pria kedua mengenakan kaos putih dan berjangut tipis.

Masing-masing terpasang kabel ties di tangannya.

“Dua terduga pelaku sudah diamankan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Maluku Tenggara,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Rositah Umasugi, dilansir dari Tribunambon.com.

Menurutnya, pelaku sempat melarikan diri usai melakukan penikaman, namun berhasil ditangkap setelah dilakukan pengejaran yang dipimpin langsung oleh Kapolres.

Saat ini, kedua terduga pelaku telah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satuan Reskrim Polres Maluku Tenggara.

Terduga pelaku berinisial HR disebut-sebut adalah Hendrikus Rahayaan, atlet Mixed Martial Arts sekaligus keponakan John Kei.

Sementara FU adalah Finis, warga biasa.

Baca juga: Tampang Dua Pelaku Penikaman Nus Kei Ketua Golkar Maluku Tenggara di Bandara

Golkar Marah Besar

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji mengatakan, pihaknya berduka, sedih, dan marah ketika mendengar kabar Ketua DPD II Golkar Kabupaten Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora (Nus Kei) tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur. 

Ia pun menuntut polisi bisa mengusut tuntas peristiwa penikaman Nus Kei.

"Kami menuntut aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas peristiwa tersebut," tegas dia.

Mengingat situasi yang memanas, Sarmuji memberikan instruksi khusus kepada seluruh kader beringin, terutama di wilayah Maluku, agar tetap menjaga kondusivitas.

"Kepada kader, tetap waspada, tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut," imbuh Sarmuji.

Sementara itu, DPD I Partai Golkar Maluku menyampaikan sikap atas peristiwa penikaman Nus Kei melalui pers rilis yang ditandatangani Ketua DPD I Golkar Maluku, Umar A. Lessy dan Sekretaris, Anos Yermias sebagai berikut:

Mengutuk keras tindakan kekerasan dalam bentuk apapun yang terjadi terhadap Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara. 

Tindakan penikaman ini adalah perbuatan melawan hukum dan tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengimbau seluruh kader Partai Golkar di Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara, untuk tetap menahan diri, tidak terprovokasi, dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif. 

Solidaritas harus ditunjukkan dalam bentuk sikap dewasa, bukan tindakan yang memperkeruh keadaan.

Meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini, menangkap pelaku, serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan profesional.

Mendorong semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Menginstruksikan seluruh struktur Partai Golkar di Maluku untuk tetap solid, memperkuat komunikasi internal, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Menegaskan komitmen Partai Golkar dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, perdamaian, dan supremasi hukum di seluruh wilayah Provinsi Maluku.
 
Hingga saat ini belum diputuskan apakah Musda Golkar Maluku Tenggara tetap berjalan sesuai jadwal atau terancam ditunda?

Menanggapi itu, Sekretaris DPD I Golkar Maluku, Anos Yernias belum memberikan jawaban.

“Untuk kelanjutan Musda saya belum bisa memberikan keterangan,” kata Anos saat dihubungi TribunAmbon.com melalui sambungan telepon.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.