Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Cirebon berlangsung berbeda dari biasanya.
Para murid mengikuti ujian berbasis digital menggunakan laptop, lengkap dengan token khusus, bahkan diawali dengan doa bersama yang menciptakan suasana khidmat di dalam kelas.
Pantauan di SDN Kartini 1 Kota Cirebon, Senin (20/4/2026), memperlihatkan suasana kelas yang tertib dan rapi.
Spanduk bertuliskan 'Selamat Menempuh Tes Kemampuan Akademik (TKA)' terpasang di bagian depan kelas.
Dua orang pengawas berseragam dinas tampak membagikan instruksi kepada para siswa yang duduk di depan laptop masing-masing.
Tak lama kemudian, salah satu pengawas membacakan tata tertib ujian.
Para murid berseragam putih-merah terlihat fokus mendengarkan arahan sebelum ujian dimulai.
Laptop yang digunakan merupakan bantuan perangkat TIK dengan spesifikasi seragam untuk menunjang pelaksanaan ujian berbasis digital.
Terlihat juga seorang murid yang tampak merapikan mouse pad dan posisi laptopnya.
Momen itu menggambarkan kesiapan para peserta dalam menghadapi ujian hari pertama.
Baca juga: 10 Kata-kata Indah Sambut Hari Kartini 21 April 2026, Bagikan di Grup WA Sekolah
Menjelang dimulainya tes, suasana semakin khidmat saat pengawas memimpin doa bersama.
Di layar proyektor, terlihat jelas token ujian bertuliskan 'PTDVSL' yang menjadi kunci akses peserta ke sistem ujian.
Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA berlangsung tenang dan tertib.
Bahkan di akhir sesi, tampak seorang siswi tersenyum ke arah kamera, mencerminkan kesiapan mental murid dalam menghadapi ujian tersebut.
Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat, Komalasari, yang melakukan monitoring langsung di lokasi menjelaskan, bahwa TKA merupakan program nasional yang bertujuan memetakan kemampuan akademik siswa.
“TKA ini tujuannya adalah untuk melakukan pemetaan terhadap kemampuan akademik siswa di seluruh Indonesia, yang mana itu menjadi dasar untuk perbaikan pembelajaran,” ujar Komalasari, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, hasil TKA tidak hanya menjadi bahan evaluasi, tetapi juga memiliki peran dalam proses seleksi masuk sekolah.
“Hasil-hasil TKA ini juga dijadikan sebagai salah satu syarat untuk SPMB jalur prestasi,” ucapnya.
Menurutnya, untuk jenjang SD, TKA berfokus pada dua mata pelajaran utama yakni Matematika dan Bahasa Indonesia, yang menjadi indikator kemampuan literasi dan numerasi siswa.
Meski demikian, Komalasari menegaskan bahwa TKA tidak menentukan kelulusan siswa.
“TKA ini tidak menentukan kelulusan. Kelulusan tetap ditetapkan oleh sekolah. Ini adalah salah satu asesmen yang dilakukan oleh pemerintah,” jelas dia.
Dalam pelaksanaannya, BBPMP turut berperan aktif sejak tahap awal hingga hari pelaksanaan.
“Kita mulai dari tahap perencanaan, memastikan sarana prasarana, berkoordinasi dengan dinas pendidikan, melakukan uji coba, gladi bersih, hingga memastikan kesiapan pemerintah daerah dalam melaksanakan TKA,” katanya.
Baca juga: Insiden Mengerikan di Pangenan Cirebon, Truk Muat Coil Baja Ringsek Parah, Ajaib Sopir Selamat
Ia berharap, melalui TKA, pemerintah dapat memperoleh gambaran menyeluruh terkait kemampuan akademik siswa di Indonesia.
“Dari peta itu kita bisa melakukan perbaikan pembelajaran, penguatan kapasitas guru, serta intervensi kebijakan pendidikan,” ujarnya.
Pelaksanaan TKA berbasis digital di Kota Cirebon ini menjadi salah satu langkah transformasi pendidikan menuju sistem yang lebih modern, terukur dan berbasis teknologi.