Banjir Kebon Pala Jatinegara Capai 175 Cm, Warga Beraktivitas Pakai Perahu
Dian Anditya Mutiara April 20, 2026 12:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA - Banjir kembali merendam pemukiman warga di Jalan Kebon Pala RT 13/04 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (20/4/2026).

Dari pantauan Wartakotalive.com di lokasi, aktivitas warga di pemukimam tersebut tidak terlihat karena warga enggan menerjang banjir.

Salah satu warga terlihat di depan rumah sedang menyuci baskom menggunakan air banjir berwana keruh.

Di lokasi yang sama ada warga yang hendak ke warung membeli kebutuhan untuk bertahan di rumah menerjang banjir.

Pria itu mengenakan singlet hitam dan celana pendek, menerjang kedalaman air sekira 70 sentimer.

Baca juga: Hujan Deras Minggu Malam, Pemukiman Kebon Pala, Jakarta Timur Banjir 175 Cm

Ketua RT 13/04, Sanusi menceritakan, ketinggian air sempat menyentuh di angka 175 sentimeter dan saat ini sudah mulai turun sekira 160 sentimeter.

"Penyebabnya karena curah hujan tinggi dan adanya kiriman air juga dari Bogor," kata Sanusi di lokasi, Senin.

Pria berkaos garis hitam putih itu menyatakan, anak-anak tetap bersekolah secara normal, berangkat dari rumah gunakan perahu.

Sanusi menerangkan, banjir juga tidak menjadi halangan bagi warga yang bekerja pada hari ini.

"Tadi pakai perahu dari polisi Polda Metro Jaya. Kalau bantuan sampai sekarang belum ada," tandasnya. 

Sebelumnya, Hujan deras yang melanda di Jakarta Timur pada Minggu (19/4/2026) malam, membuat pemukiman di RT 13/04 Kebon Pala, Kecamatan Jatinegara kembali banjir.

Baca juga: Banjir Keranggan Tangsel Belum Tuntas, Tanggul dan Turap Baru Tak Mampu Bendung Banjir 2 Meter

Petugas kepolisian terlihat sedang evakuasi warga menggunakan perahu karet agar bisa menumpang di rumah kerabatnya.

Ketua RT 13 Kelurahan Kebon Pala, Sanusi menerangkan, ketinggian air saat ini mencapai 175 sentimeter.

Ia menyatakan, belum ada tenda darurat dipasang oleh pemerintah setempat karena sebagian warga masih bertahan di rumahnya.

"Dari semalam ini karena banjir kiriman dari Bogor dan Depok," katanya kepada Warta Kota, Senin (20/4/2026).

Menurut Sanusi, pintu air di Depok pada Minggu malam sudah siaga dua sehingga air yang mengali di sungai Ciliwung tumpah ke pemukimannya.

Sebagian warga diakui oleh Sanusi sudah mengungsi ke rumah kerabatnya di sekitar lokasi tersebut.

"Enggak ada yang ngungsi ke sekolahan, di sini warga punya kerabat jadi ngungsi ke sana," tuturnya. (m26)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.