Sepak Terjang Hendrikus Rahayaan Pelaku Penikaman Nus Kei, Atlet MMA dari Kecil Hobi Berkelahi
M Zulkodri April 20, 2026 12:38 PM

 

POS BELITUNG --  Nama Hendrikus Rahayaan disorot usai jadi pelaku penusukan saudaranya sendiri,  Agrapinus Rumatora alias Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Kabupaten Maluku pada Minggu (19/4/2026).

Dia merupakan satu dari dua pelaku yang menikam Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara.

Nus Kei tewas dengan empat luka tusukan empat hari jelang Musda Partai Golkar Maluku Tenggara.

Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi mengatakan Nus Kei ditusuk oleh saudaranya sendiri, Hendrikus Rahayaan.

"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," katanya.

Dua pelaku yang ditangkap yakni Hendrikus Rahayaan alias Hendra alias HR.

Baca juga: PT Timah Bantu Renovasi Gedung Serbaguna Kundur Barat, Dorong Aktivitas Masyarakat Lebih Nyaman

Hendra dan Finis melakukan penusukan sesaat setelah Nus Kei turun dari pesawat sekitar pukul 11.00 WIT.

Ketika Nus Kei di pintu keluar hendak menemui keluarga, ia langsung ditusuk oleh pelaku.

Kakak Nus Kei, Antonius Rumatora sempat melakukan perlawanan dengan membanting pelaku.

Namun pelaku mampu membalas kemudian melarikan diri.

Nus Kei kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun.

Ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.44 WIT.

"Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," katanya.

Biodata Hendrikus

Nama Hendrikus Rahayaan sempat mencuri perhatian di dunia Mixed Martial Arts (MMA), bukan hanya karena prestasinya, tetapi juga karena latar belakang kehidupannya yang keras dan dekat dengan perkelahian sejak usia muda.

Pria kelahiran 6 Desember 1997 asal Tual, Maluku ini dikenal memiliki kecenderungan kuat terhadap konflik fisik. Sejak kecil, ia sudah terbiasa terlibat perkelahian dengan teman sebaya. Kebiasaan itu bahkan berlanjut hingga remaja, di mana ia kerap terlibat tawuran dan aksi kekerasan di lingkungan sekitarnya.

Kegemarannya tersebut bukan tanpa konsekuensi. Ia sempat mendapat penolakan dari keluarga karena dianggap sering menimbulkan masalah.

"Awalnya itu memang suka sekali cari gara-gara, beta (Saya) itu memang berawal dijalanan dari situ terus tidak disukai oleh keluarga," katanya kepada TribunAmbon.com, Kamis (25/8/2023).

Alih-alih meninggalkan kebiasaan itu, Hendrikus justru memilih mengarahkannya ke jalur yang lebih terstruktur, yakni dunia olahraga bela diri.

Ia mulai berlatih serius di bawah bimbingan kakeknya yang merupakan pelatih dan menguasai beberapa cabang bela diri seperti Muay Thai, Wushu, dan tinju.

Dengan latar mental “jalanan” dan latihan disiplin, ia kemudian terjun ke ajang MMA profesional, termasuk di One Pride.

Gaya bertarungnya yang agresif mencerminkan karakter lamanya yang terbiasa berkelahi, namun kini dikemas dalam arena resmi. Dua laga awalnya bahkan berakhir dengan kemenangan meyakinkan, salah satunya lewat TKO dalam waktu singkat.

Meski begitu, citra keras yang melekat pada dirinya kembali menjadi sorotan pada April 2026. Hendrikus ditangkap aparat kepolisian terkait kasus penikaman yang menewaskan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun.

Kapolres Maluku Tenggara, Rian Suhendi, menyebut Hendrikus sebagai salah satu terduga pelaku bersama rekannya. Motif kejadian diduga dilatarbelakangi dendam lama.

"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," jelas AKBP Rian Suhendi.

Kasus ini menambah panjang sorotan terhadap sosok Hendrikus, yang sejak awal dikenal memiliki kecenderungan menyelesaikan konflik dengan kekerasanbaik di masa lalu maupun dalam perjalanan hidupnya hingga kini.

(Pos Belitung/Tribunnews/Tribun Ambon)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.