SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) menyerang dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran yang diduga mencoba menghindari blokade angkatan laut di dekat Selat Hormuz pada Minggu (19/4/2026).
Sebagai respons, militer Iran bersumpah akan membalas tindakan tersebut.
Insiden ini merupakan pencegatan pertama sejak AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran pekan lalu.
Pihak Iran menyebut aksi tersebut sebagai “pembajakan” sekaligus pelanggaran gencatan senjata.
Kronologi Penyerangan
Presiden Donald Trump menyatakan melalui media sosial bahwa kapal perusak rudal berpemandu AS di Teluk Oman telah memperingatkan kapal Iran bernama Touska selama enam jam.
Karena tidak mengindahkan peringatan, kapal tersebut akhirnya dihentikan secara paksa dengan serangan yang melumpuhkan ruang mesinnya.
Marinir AS kemudian:
-Mengamankan kapal
-Melakukan pemeriksaan muatan
Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai korban luka.
Baca juga: AS Tembaki Kapal Iran di Teluk Oman, Ketegangan Memuncak di Tengah Blokade Maritim
Respons Iran
Pemerintah Iran mengecam keras tindakan AS dan menilai langkah tersebut:
-Meningkatkan ketegangan
-Merusak kepercayaan terhadap diplomasi
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam percakapan dengan PM Pakistan, menyebut tindakan AS sebagai tanda kemungkinan “pengkhianatan diplomasi”.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga menilai sikap AS menunjukkan “niat buruk dan ketidakseriusan”.
Nasib Negosiasi AS–Iran
Di tengah eskalasi ini, rencana pembicaraan baru antara AS dan Iran menjadi tidak pasti.
AS disebut akan mengirim delegasi ke Pakistan yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance, bersama Steve Witkoff dan Jared Kushner.
Namun:
-Iran meragukan kelanjutan negosiasi
-Media pemerintah Iran mengisyaratkan pembicaraan bisa batal
Baca juga: Total 3.400 Orang Tewas dalam Konflik Iran dengan AS dan Israel, Data Terus Bertambah
Dampak Global: Selat Hormuz Terancam
Ketegangan ini berdampak besar karena Selat Hormuz merupakan jalur vital dunia:
-Sekitar 20 persen perdagangan minyak global melewati selat ini
-Juga penting untuk gas alam, pupuk, dan bantuan kemanusiaan
Iran memperingatkan:
-Penutupan selat dapat memicu krisis ekonomi global
-Ratusan kapal kini tertahan menunggu izin melintas
Ancaman dan Eskalasi Militer
Trump kembali mengeluarkan ancaman keras:
-AS akan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika kesepakatan tidak tercapai.
Sementara itu, Iran:
-Mengancam akan kembali membatasi akses selat
-Telah menembaki kapal yang mencoba melintas
Situasi Perang Saat Ini
Konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran kini memasuki minggu kedelapan sejak dimulai pada 28 Februari 2026.
Korban jiwa sejauh ini:
Perkembangan beberapa hari ke depan, terutama menjelang berakhirnya gencatan senjata, akan sangat menentukan arah konflik ini.