TRIBUNBATAM.id- Lonjakan harga tiket pesawat kembali terjadi penerbangan rute domestik.
Penerbangan udara dari Kendari ke Makassar kena dampak.
Penyusutan penumpang mulai dialami di Bandara Haluoleo Kendari tujuan Makassar.
Beberapa penumpang mengungkap keresahan kenaikan harga tiket yang awalnya Rp 500 Ribu nyaris menyentuh Rp 1 Jutaan.
Hal ini membuat beberapa penumpang memeilih untuk berfikir 2 kali saat akan melakukan perjalanan udara.
Baca juga: Harga Tiket Pesawat Jakarta ke Batam Minggu Ini, Lion Air Rp1,3 Juta - Batik Air Rp1,6 Juta
Di Traveloka Indonesia, Senin (20/4/2026) harga tiket pesawat dijual mulai Rp 700 Ribuan hingga Rp 900 Ribuan.
Dengan harga yang cukup mahal, Anda mendapatkan kelas economy dengan rute langsung Makassar.
| Maskapai Penerbangan | Jadwal | Waktu (Direct) | Harga Tiket |
| Lion Air | Selasa, 21 April 2026 | 16:50 - 17:45 | Rp 715.200 |
| 07:00 - 07:55 | Rp 749.100 | ||
| 14:30 - 15:25 | Rp 749.100 | ||
| 15:35 - 16:30 | Rp 749.100 | ||
| 09:55 - 10:50 | Rp 796.400 | ||
| AirAsia Indonesia | Selasa, 21 April 2026 | 09:35 - 10:35 | Rp 743.000 |
| 18:40 - 19:40 | Rp 830.200 | ||
| Batik Air | Selasa, 21 April 2026 | 10:15 - 11:10 | Rp 747.100 |
| Garuda Indonesia | Selasa, 21 April 2026 | 12:05 - 13:05 |
Rp 948.600 |
Kenaikan harga tiket membuatnya beberapa penumpang harus mempertimbangkan kembali rencana perjalanan.
Baca juga: Segini Harga Tiket Pesawat Makassar ke Jakarta Minggu Ini, Lion Air Tembus Hingga Rp2,1 Jutaan
Beberapa penumpang bahkan harus mempertimbangkan perjalanan mereka, sebab biaya perjalanan menjadi jauh lebih mahal dibandingkan sebelumnya.
Dampak dari kenaikan harga tersebut mulai terlihat pada jumlah penumpang.
Meski belum signifikan, terjadi penurunan volume keberangkatan dari Bandara Haluoleo.
Humas Bandara Haluoleo, Nurlansah, Senin (20/4/2026) membenarkan adanya penurunan jumlah penumpang dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, kondisi ini berkaitan dengan kenaikan harga tiket yang dirasakan masyarakat.
Lonjakan harga tiket pesawat ini disebut-sebut dipicu oleh kenaikan harga Avtur di Indonesia, yang turut terdampak dinamika global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah.
Pihak bandara berharap kondisi harga dapat segera stabil agar aktivitas penerbangan kembali normal dan tidak membebani masyarakat yang bergantung pada transportasi udara.
(TribunBatam.id)