Pengakuan Pelaku soal Alasan Tikam Nus Kei Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara hingga Tewas
Weni Wahyuny April 20, 2026 03:46 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Tragedi tewasnya Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei, setelah ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Minggu (19/4/2026) menjadi sorotan publik.

Kedua pelaku yang telah diamankan, HR (28) dan FU (36), mengungkapkan bahwa motif utama mereka melakukan penikaman terhadap Nus Kei adalah untuk balas dendam.

Hal itu diungkap oleh Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rosita Umasugi setelah konfirmasi kedua tersangka ditempatkan di Markas Komando (Mako) Brimob untuk alasan keamanan.

"Untuk motif berdasarkan hasil pemeriksaan adalah balas dendam," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rosita Umasugi saat dihubungi, Senin (20/4/2026), dilansir dari Tribunnews.com,

Baca juga: Motif Balas Dendam, Polisi Sebut Sosok Pelaku Penikaman Nus Kei Kenal dengan Korban

Dendam lama terhadap Nus Kei itu karena diduga korban menjadi otak di balik pembunuhan terhadap saudara kedua pelaku.

"Kedua pelaku dendam karena korban Nus Kei adalah otak di balik pembunuhan saudara kedua pelaku atas nama Fenansius Wadanubun alias Dani Holat," ujar Rosita.

Dari pengakuan kedua pelaku, insiden yang mengakibatkan tewasnya saudaranya itu terjadi pada 2020 lalu.

"(Insiden pembunuhan ke Dani Holat) terjadi pada tahun 2020 di Jakarta, samping Apartemen Metro Galaxy, Kalimalang, Bekasi," ucapnya.

Saat ini, keduanya masih dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh pihak kepolisian.

Salah satu pelaku, Hendrikus Rahayaan (HR), diketahui berstatus sebagai atlet Mixed Martial Arts (MMA) sekaligus keponakan dari tokoh preman Jakarta, John Kei.

Kedua terduga pelaku penikaman Nus Kei ini sengaja diterbangkan ke Kota Ambon untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda Maluku.

Rencananya, setelah tiba di Bandara Pattimura Ambon, kedua terduga pelaku langsung dibawa ke Markas Polda Maluku.

Sebelumnya, usai ditangkap polisi, kedua terduga pelaku sempat diamankan di markas Brimob di Maluku Tenggara.

Lantas seperti apa rekam jejak Nus Kei?

Adapun Nus Kei memiliki nama asli Agrapinus Rumatora, merupakan paman dari John Kei yang dikenal sebagai pemimpin kelompok preman. 

Keduanya sempat terlibat perseteruan antargeng pada tahun 2020-an di Jakarta.

Dilansir dari Kompas.com, pada periode tersebut, John Kei diketahui menyerang rumah Nus Kei di dua lokasi.

Keduanya berasal dari etnik Kei, kelompok masyarakat yang mendiami wilayah Kepulauan Kei.

Baca juga: Rekam Jejak Hendrikus Rahayaan Keponakan John Kei Diduga Terlibat Penikaman Nus Kei

Nama Nus Kei juga sempat muncul dalam sejumlah peristiwa yang berkaitan dengan kelompok John Kei, salah satunya kejadian di tempat hiburan malam Blowfish pada 2010. 

Nus Kei disebut berada di lokasi setelah terjadi keributan sehari sebelumnya. 

Nus Kei sempat menjadi korban pemukulan setelah sempat bertemu pihak keamanan setempat.

Peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi konflik yang menewaskan dua anggota kelompok John Kei, yakni M. Soleh dan Yoppie.

Kasus itu juga berlanjut ke proses hukum dengan sejumlah pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya Kanor Lolo, Bernadus Malelak, David Too, dan Rando Lili.

Di bidang politik, Nus Kei diketahui pernah mendapatkan surat tugas dari Partai Golkar untuk mengikuti kontestasi Pilkada di Maluku Tenggara pada 2024.

Tak tanggung-tanggung, jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) / Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Golkar.

Tewas Ditikam

Sebelumnya, suasana di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara berubah mencekam pada Minggu (19/4/2026) siang.

Baca juga: Postingan Hendrikus Rahayaan Atlet MMA Sebelum Diduga Terlibat Penikaman Nus Kei Disorot

Sekira pukul 11.25 WIT, Ketua DPD II Golkar Kabupaten Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau yang akrab disapa Nus Kei, tewas setelah menjadi korban penikaman sadis oleh orang tidak dikenal (OTK) setelah pulang dari Jakarta.

Awalnya, ia baru saja menempuh perjalanan dari Bandara Pattimura, Ambon, menggunakan pesawat Lion Air JT880. 

Setibanya di bandara, Nus Kei berjalan menuju pintu keluar untuk menemui keluarganya yang telah menunggu.

Ketua DPP Partai Golkar Dave Laksono mengungkapkan secara tiba-tiba, seorang pria bermasker dan berjaket merah menyerang Nus Kei menggunakan senjata tajam. 

"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora," ujar Dave, dilansir dari Tribunnews.com.

Mengetahui Nus Kei ditikam, kakak korban, Antonius Rumatora, sempat berupaya menghentikan aksi pelaku dengan membantingnya. Tetapi, pelaku melawan dan melarikan diri. 

"Saudara Agrapinus Rumatora sempat lari ke dalam bandara namun terjatuh di pintu keluar bandara dan sempat mendapat pertolongan dari petugas Bandara Karel Sadsuitubun," kata Dave.

Meski telah menderita luka tusukan yang cukup parah, Nus Kei menunjukkan dalam kondisi tubuh berlumuran darah, sempat berupaya berlari kembali ke dalam area bandara untuk mencari perlindungan. 

Namun, ia akhirnya terjatuh di dekat pintu keluar.

Dengan penuh luka tusukan, Nus Kei langsung dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis.

Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital. 

Akibat dari penikaman itu, Nus Kei mengalami empat luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.

Pelaku Ditangkap Tak butuh waktu lama, Polres Maluku Tenggara berhasil mengamankan dua pria terduga pelaku yakni, HR (28) dan FU (36).

Belakangan beredar pula tampang kedua pelaku tersebut. Pria pertama mengenakan kaus hitam dan kalung menjuntai di lehernya. Pria kedua mengenakan kaus putih dan berjenggot tipis. Masing-masing terpasang cable ties di tangannya.

 “Dua terduga pelaku sudah diamankan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Maluku Tenggara,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Roem Ohoirat, dilansir dari Tribunambon.com.

Menurutnya, pelaku sempat melarikan diri usai melakukan penikaman, namun berhasil ditangkap setelah dilakukan pengejaran yang dipimpin langsung oleh Kapolres.

Saat ini, kedua terduga pelaku telah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satuan Reskrim Polres Maluku Tenggara.

Terduga pelaku berinisial HR disebut-sebut adalah Hendrikus Rahayaan, atlet Mixed Martial Arts sekaligus keponakan John Kei.

Sementara FU adalah Finis, warga biasa.

Golkar Marah Besar

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Sarmuji mengatakan, pihaknya berduka, sedih, dan marah ketika mendengar kabar Ketua DPD II Golkar Kabupaten Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora (Nus Kei) tewas ditikam di Bandara Karel Sadsuitubun, Langgur. 

Ia pun menuntut polisi bisa mengusut tuntas peristiwa penikaman Nus Kei.

"Kami menuntut aparat kepolisian untuk mengusut secara tuntas peristiwa tersebut," tegas dia.

Mengingat situasi yang memanas, Sarmuji memberikan instruksi khusus kepada seluruh kader beringin, terutama di wilayah Maluku, agar tetap menjaga kondusivitas.

"Kepada kader, tetap waspada, tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut," imbuh Sarmuji.

Sementara itu, DPD I Partai Golkar Maluku menyampaikan sikap atas peristiwa penikaman Nus Kei melalui pers rilis yang ditandatangani Ketua DPD I Golkar Maluku, Umar A. Lessy dan Sekretaris, Anos Yermias sebagai berikut:

Mengutuk keras tindakan kekerasan dalam bentuk apapun yang terjadi terhadap Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggara. 

Tindakan penikaman ini adalah perbuatan melawan hukum dan tidak dapat ditoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mengimbau seluruh kader Partai Golkar di Maluku, khususnya di Kabupaten Maluku Tenggara, untuk tetap menahan diri, tidak terprovokasi, dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif. 

Solidaritas harus ditunjukkan dalam bentuk sikap dewasa, bukan tindakan yang memperkeruh keadaan.

Meminta aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas peristiwa ini, menangkap pelaku, serta mengungkap motif di balik kejadian tersebut secara transparan dan profesional.

Mendorong semua pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan elemen pemuda, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Menginstruksikan seluruh struktur Partai Golkar di Maluku untuk tetap solid, memperkuat komunikasi internal, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Menegaskan komitmen Partai Golkar dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, perdamaian, dan supremasi hukum di seluruh wilayah Provinsi Maluku.
 
Hingga saat ini belum diputuskan apakah Musda Golkar Maluku Tenggara tetap berjalan sesuai jadwal atau terancam ditunda?

Menanggapi itu, Sekretaris DPD I Golkar Maluku, Anos Yernias belum memberikan jawaban.

“Untuk kelanjutan Musda saya belum bisa memberikan keterangan,” kata Anos saat dihubungi TribunAmbon.com melalui sambungan telepon.

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.