TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pertamina sudah mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi.
Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar sudah menerapkan harga terbaru.
Pantauan Tribun-Timur.com pada Senin (20/4/2026), antrean kendaraan di sejumlah SPBU masih normal.
Harga Pertamax Turbo dijual Rp 19.850 per liter.
Naik dari harga sebelumnya Rp13.350 per liter.
Untuk Dexlite harganya Rp 24.150 per liter.
Naik dari harga sebelumnya Rp14.500 per liter.
Pertamina dex juga naik dari Rp 14.800 per liter, kini tembus Rp 24.450 per liter.
Sementara harga Pertamax masih tetap diangka Rp 12.600 per liter.
Di antaranya di SPBU Pertamina 74.902.32 Racing, Jl Urip Sumoharjo depan kantor Gubernur Sulsel.
Antrean kendaraan roda dua mendominasi mengisi BBM Pertalite.
Hanya ada beberapa kendaraan yang mengisi Pertamax.
Kendaraan roda empat masih mengantre di Pertalite.
Antrean pengisian Dexlite juga cukup banyak dari kendaraan Sport Utility Vachile (SUV).
Pertamina Dex sendiri terpantau kosong.
Sementara itu di SPBU Pertamina 74.902.36 di Jl Gunung Bawakaraeng terdapat antrean truk.
Sementara itu kendaraan roda dua masih mendominasi mengisi Pertalite.
Di SPBU ini, nampak hanya Dexlite kosong.
Di SPBU Pertamina 74.902.14 Panaikang, terpantau antrean didominasi juga motor.
Sedangkak kendaraan roda empat cenderung sepi.
Salah satu pengguna Pertamax, Alvin mengaku antrean pengisian BBM sudah kembali menurun.
"Dibandingkan dua minggu lalu iya, sudah mulai turun antrean. Sekarang normalmi lagi," katanya yang mengendarai SUV warna Hitam.
Kabar naiknya harga BBM Nonsubsidi membuatnya cukup khawatir.
Menurutnya naiknya harga BBM bisa berdampak ke harga barang dan jasa.
"Pastilah kita khawatir juga. Karena kalau naik BBM bisa semua kena. Misalkan ojol, kalau pesanki apa-apa, bisa saja naik," katanya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Sulsel Jufri Rahman menyebut pengendalian BBM sudah di antisipasi Pertamina.
Mulai dari distribusi BBM ke SPBU hingga penjualan ke pengendara
"Kalau itu pengendaliannya di SPBU. Tanpa kita himbau, pertamina sudah mengantisipasi itu. Karena ini berkaitan dengan kinerja mereka. Tanpa diimbau mereka pasti lakukan langkah antisipasi," kata Jufri Rahman saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Kota Makassar, pada Sabtu (18/4/2026) sore.
Meski harga BBM Nonsubsidi naik, harga bahan pokok tetap stabil bahkan turun.
Pantauan Tribun-Timur.com pada Senin (20/4/2026) di Pasar Terong Harga cabai rawit saat ini dijual Rp 45 Ribu per Kilogram (Kg), turun dari harga Rp 70 ribu per Kg,
Cabai merah besar juga turun kini hanya Rp 25 ribu per kg.
Biasanya dijual sekitar Rp 40 ribu per kg.
Harga cabai keriting juga dijual Rp 25 ribu.
Sementara bawang merah dijual berkisar Rp 40 ribu sampai Rp 45 ribu per kg.
Bawang putih dijual Rp 38 ribu sampai Rp 40 ribu per kg.
"Ini sudah sekitar 3 sampai 4 hari turun harganya," kata Pedagang Sarifah sembari melayani pembeli.
Sarifah mengaku harga bahan pokok belum terpengaruh naiknya harga BBM nonsubsidi.
"Sampai sekarang belum terpengaruh iya, karena ini masih turun harga," katanya
Hingga kini harga terbaru BBM Nonsubsidi sudah ditetapkan seluruh SPBU di Kota Makassar.