Kericuhan dalam ajang sepak bola lokal kembali menjadi sorotan publik.
Video bentrokan yang melibatkan pemain, ofisial, dan suporter dalam turnamen Sapudi Cup viral di media sosial pada Senin (20/4/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, tepatnya pada Selasa, 14 April 2026.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat situasi pertandingan berubah ricuh dengan aksi saling dorong hingga perkelahian antar pihak yang terlibat.
Dua tim yang bertanding, Assabab dan Bansanik, disebut menjadi pusat kericuhan yang melibatkan banyak pihak di dalam lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden tersebut diduga dipicu ketidakpuasan sejumlah pihak terhadap keputusan wasit saat pertandingan berlangsung.
Ketegangan yang terjadi memicu emosi pemain dan suporter hingga berujung bentrokan terbuka.
Petugas dari kepolisian dan TNI yang berada di lokasi langsung turun tangan untuk mengendalikan situasi.
Meski demikian, upaya meredam kericuhan tidak berlangsung mudah karena situasi sudah terlanjur memanas.
Sekretaris PSSI Sumenep, Eko Sulistyo, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan pihaknya telah mengambil langkah tegas melalui komisi disiplin.
“Memang pada tanggal 14 (April), pada turnamen Sepudi Cup, terjadi kericuhan ya.
Maka kami Askab PSSI Kabupaten Sumenep, langsung menindak lanjuti melalui komisi disiplin melalui laporan yang kami terima dari pengawas pertandingan dan catatan dari wasit dan video yang beredar,” kata Eko kepada Kompas.com di Sumenep, Senin.
Hasilnya, sejumlah pihak yang terlibat, baik pemain maupun klub, dijatuhi sanksi sesuai tingkat pelanggaran.
“Akhirnya Askab PSSI Kabupaten Sumenep, melalui komisi disiplin, sudah mengeluarkan surat sanksi, surat keoutusan dari komdis, berupa sanski terhadap pemain yang melakukan pemukulan kami pastikan itu masing-masing klub ada pemain yang terlibat,” ujarnya.
Tidak hanya pemain, panitia pelaksana turnamen juga turut dikenai sanksi karena dinilai memiliki tanggung jawab atas jalannya pertandingan.
“Serta kami melakukan sanksi terhadap panpelnya, panpel sepudi united,” katanya.
Sebagai bentuk penegakan disiplin, Askab PSSI Sumenep memberikan sanksi tegas berupa larangan bertanding hingga denda finansial.
Klub Assabab dijatuhi hukuman larangan mengikuti pertandingan selama 12 bulan.
Sementara itu, klub Bansanik dikenai sanksi bermain tanpa penonton selama berlangsungnya turnamen.
“Klub berupa hukuman, Assabab larangan ikut serta pertandingan selama 12 bulan.
Untuk Bansanik larangan berupa bermain tanpa penonnton selama turnamen Sepudi cup,” pungkasnya.